Ora Beach Maluku

Oraaaaaaaa, destinasi impian bagi kebanyakan orang yang tinggal di barat Indonesia (termasuk saya tentunya). Ora beach resort, suatu tempat indah yang tersembunyi di balik tebing kokoh dan memiliki pantai berpasir putih. Cantik.

Okay, dari dulu emang udah pengen banget dateng ke Pantai Ora ini, ngeliat foto-fotonya cuma bisa mupeng dan ngiler, lalalala. Tetiba (eh ga tiba-tiba sih), karena tidak ada satupun kejadian di muka bumi ini yang kebetulan bukan? šŸ˜€ Ada undangan memberikan pelatihan pangan lokal untuk seratus lebih ibu-ibu se-Kabupaten Maluku Tengah, dan i was so lucky karena Ora itu adanya ya di Maluku Tengah itu dan undangan ngasih pelatihan itu langsung datang dari Ibu Bupati Maluku Tengah. Yeaayyyy. Tidak cuma undangan mengajar disana saja, Ibu Bupati pun mengundang kami untuk menikmati keindahan Ora. Lalalalalala, senang banget udahlah

Singkat cerita, sampai jugalah kami di Masohi, Ibukota Maluku Tengah. Di Masohi, kami memberikan pelatihan selama 2 hari full untuk Kepala SKPD dan TP PKK 17 kecamatan di Maluku Tengah. Menyenangkan dan cukup lelah juga karena audiensnya sangat banyak, 150 orang di ruangan aula semi terbuka

memberikan Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal
memberikan Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal
Bersama bapak Camat se-Kabupaten Maluku Tengah
Bersama bapak Camat se-Kabupaten Maluku Tengah

Lalu, mana foto pantai oraa? Hahaha sabar, setelah 2 hari berpeluh-peluh mengajar, sekarang saatnya liburan. Liburan ini khusus diarrange oleh Ibu Bupati langsung dan kami diantar oleh staff Dinas Kesehatan merangkap anggota serba bisa PKK, Pengurus PKK Kabupaten serta Direktur RSU Maluku Tengah, mantap kan. Ora itu sendiri terletak di Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah. Pantai Ora itu satu daratan dengan Desa Saleman dan berseberangan dengan Desa Sawai. Meskipun satu daratan, untuk menuju Ora tetep harus pake perahu dari Saleman, karena setengah mati kalau lewat tepian pantai, kaga ada jalannya cyin. So, keĀ Ora, bisa start dari kedua desa itu, sama aja kok Ā Jarak pintu masuk desa sawai dan desa saleman paling cuma 15 menit berkendara mobil šŸ˜€

Jadi begini rute lengkap Ambon-Ora

  1. Bandara Pattimura Ambon jalur darat menuju Pelabuhan Tulehu sekitar 1 jam
  2. Kapal Cepat, gw pake Cantika Torpedo Tulehu-Amahai 2,5 jam. Tersedia berbagai tipe kelas dari ekonomi-VIP. Jadwal penyebrangan kapal ini jam 9 pagi dan 3 sore dari Tulehu
  3. Perjalanan darat Amahai-Desa Sawai 3-3,5 jam
  4. Bisa menginap di desa sawai, ada banyak pilihan penginapan, saya diinapkan di Lisar BahariĀ Sawai
  5. Sawai-Ora 30 menit via long boat
Lisar Bahari Resort
Lisar BahariĀ Sawai

Biaya menginap di Lisar ini adalah 300k/orang/malam sudah termasuk makan. Kalau menginap di Ora 600-750rb/orang/malam, untuk makanan nambah lagi 250rb/orang/hari

Makanannya? uwiiiiiiii, ikan segar terussssss, ikan bakar sambal colo-colo, Masya Allah enak banget, sambal colo-colo ini sambal mentah (bw merah, cabai, tomat) yang disiram perasan lemon cina

Menu Makanan Lisar Bahari
Menu Makanan Lisar Bahari

ikan

Oiya perjalanan Masohi-Sawai ini akan melewati Taman Nasional Manusela. Taman Nasional yang cantik banget, susunan pepohonannya, rona alamnya dengan tebing batu menjulang, warna pepohonannya yang bervariasi dari kuning, merah, hijau sungguh memikat mata, udaranya pun segar sekali. Di pelosok TN Manusela ini hiduplah suku Nuala (kalau ga salah), suku pedalaman yang hingga tahun 2001 masih melakukan tradisi kedewasaan bagi kaum lelaki yaitu memenggal kepala musuhnya. Setelah musuhnya mati, Tengkorak kepala musuh itulah yang akan menjadi mas kawin dan sang anggota suku berhak mendapat ikat kepala merah sebagai simbol kedewasaan. Tapi jangan khawatir, sekarang sudah tidak ada lagi tradisi seperti itu šŸ˜€

Baiklah kembali ke perjalanan kami. Trip dimulai dengan mengunjungi mata air belanda. Pulau berpasir putih yang dipagari tebing tinggi nan kokoh dan di dalam pulaunya terdapat mata air sejuk bening dan jernih. Dahulu kala zaman kolonial, Belanda membuat markas di pulau tersebut dan menggunakan mata airnya.

mata air belanda 2
Sekelompok siswa SMK Kelautan dilatih oleh TNI
mata air belanda 3
Jernihnya laut di tepi pulau mata air belanda
mata air belanda
Mata Air Belanda yang Jernih dan Dingin

Ciri khas pantai di Maluku adalah dibingkai langsung dengan tebing-tebing raksasa yang menjulang kokoh. Saya beberapa kali terpesona-sampai-susah-napas melihat pemandangan spektakuler ini. Kemudian lautnya sangat jernih biru kehijauan di tepian pantai namun biru gelap menghitam di bagian tengah, pertanda lautnya dalam, itu deh kenapaĀ ikan cakalang, tuna, tongkol menjadi hasil utama perairan maluku.

tebinggg
Tebing Tinggi di Perairan Pulau Seram

Setelah “pemanasan” basahin baju di mata air belanda yang airnya sejukkkk bingits, perahu kami (longboat kapasitas 8 orang) pun meluncur menuju ora, Sepanjang perjalanan, puncak tebing batu dilingkupi oleh kabut dan awan mendung. Saya berdoa kencang-kencang supaya cuaca tetap cerah :)) Alhamdulillah doa saya terkabul. Tidak setetes pun hujan turun di kawasan Pulau Seram sore itu. Dari jauh terlihat titik-titik kecil di bawah tebing, ternyata itulah ora beach resort, sempurna rapuh dilingkupi tebing yang menjulang tinggi dari kejauhan, belum lagi disamarkan oleh kabut. Buat saya menjadi misterius dan syahdu, kayak cocok buat manusia yang ingin menyepi. Dari kejauhan seperti ini, sama sekali tidak terlihat kecantikannya.

longboat
Longboat kapasitas 8 orang

Okay jadi inilah destinasi utama kitaaaaaaa. Ora Beach :))

Sejatinya, ora beach ini “cuma” sepotong pantai Ā berpasir putih dan berair jernih yang dlingkupi oleh tebing. Kenapa saya bilang “cuma”? karena gegap gempita saya tentang bayang-bayang keindahan Ora sedikit demi sedikit terkikis seiring seringnya saya mendengar pernyataan penduduk Maluku Tengah yang bilang “ora itu kan ya laut saja sudah” atau “untuk apa jauh-jauh dari Jakarta cuma untuk liat Ora, ngapain mbak?” atau bahkan “mau ke Ora? nyari apa mbak?”

Hahahahahaha (ketawa asem)

Untuk mereka, ora itu hanyalah sepotong bagian laut sama seperti bagi kita sepotong bagian jalan raya ibukota

Paradoks sekali hihihihi

Sisi lain melihat Ora inilah yang membuat saya belajar bahwa rumput tetangga emang lebih ijo. Mereka para penduduk laut tidak menganggap ora itu istimewa. Kami, para penduduk jalan raya padat nan macet menganggap ora itu semacem surga yang jatoh ke bumi. Kelemahannya, anggapan biasa itulah yang membuat pariwisata disana tidak cepat bergerak maju karena penduduk lokal tidak bisa menangkap peluang bisnis pariwisata anugerah Tuhan itu

Teman dari Ambon yang lama tinggal di Raja Ampat pun ga komentar apapun tentang Ora. Dia hanya bilang, datanglah mbak ke Raja Ampat dan lihat yang namanya lautan indah, dudududududududu #apuspeluhdijidat #ketawahopeless

Buat saya, ora itu memang cantik, namun daya tarik ternyata tidak hanya di Ora saja. Pulau Jodoh, gua laut (ga tau namanya apa, buat saya namanya ya gua laut), tebing snorkling itu juga indah luar biasa. Saya bahagia, buat saya inilah “sepotong laut” terindah yang pernah saya kunjungi selama ini. Luar biasa kawan

ora bening
Jernihnya Laut di Ora
ora 4
Gazebo cantik
ora 2
Perahu dan Ora
ora 6
Pantai Cantik dalam Frame
ora 3
Rombongan Tur Lengkap
ora 5
Abaikan Sendal Jepit Saya
ora
Kerumunan Jutaan Ikan Kecil Membuat Laut Menjadi Hijau Tua

Ohya, jika kita tidak menginap di Ora Beach resort, sekali masuk pantai cantik ini dikenakan biaya Rp. 25.000/orang, silahkan bersenang-senang sampai bosen, hahahaha. tau ga sih, awalnya emang cantik banget yaaa, cuman kalau lo kejebak disana sebulan juga kayaknya mati rasa deh :))))))

Beres di Ora, kita meluncur menuju gua laut (entah namanya apa). jadi ini semacam gua yang kita harus nyelam bentar untuk masuk ke dalamnya. Di dalam itu ada ceruk gua yang tidak terlalu besar sih, terus ya udah gitu aja, lo keluar lagi, hehehehe

gua
Pintu Masuk Gua Laut

Abis nyemplung-nyemplung cantik, kita segera menuju lokasi snorkling di tebing. Ada dua lokasi sebenernya, yaitu dengan di Dangkalan. Hanya saja, dangkalan ini letaknya jauh, harus extra 1 hari kalau mau ke Dangkalan, saya belum sempat ke sana, denger2 cerita dari guide saya sih, Dangkalan itu cakep abis bawah lautnya, lebih kece dari di tebing ini. Snorkling di tebing ini pendek aja, paling cuma 60 cm-3 meteran lah, arusnya pun tenang, enak banget bo ngambang-ngambang ga jelas sambil merhatiin ikan aneka warna ukuran jenis meliuk-liuk ganjen diantara anemon, Ya Rabb, sungguh Kuasa-Mu sangat luas. Disaat saya kesenangan lihat ikan hias yang lucu-lucu, ibu nining yang asli sana malah sibuk berkomentar tentang ini ikan yang bisa dimakan, wihh rasanya enak banget tanpa peduli dengan kecantikan ikan terumbu karang. Saya cuma bisa ketawa, ya lagi-lagi perbedaan sudut pandang

tebing snorkling
Lokasi Tebing Snorkling

tebing snorklin 2g

snorkel
Menikmati Hidup :)))))

Kelar snorkling, kami pun berburu sunset menuju Pulau Jodoh. Pulau ini adalah pulau tak berpenghuni, cukup jauh ke tengah lautan sana, ada kali ya 30 menitan dari lokasi snorkling. Lokasi ora-gua-tebing snorkling itu deketan banget, paling juga 10 menit aja pake longboat. Jadi kamu cukup 2 hari explore ora kalau waktumu terbatas. Sehari explore dangkalan, Hari berikutnya explore ora-gua-tebing-pulau jodoh. Bonus pagi harinya kamu bisa berburu sunrise dengan trekking bukit di Desa Sawai, hal yang gabisa kamu lakukan kalau kamu nginep di Ora.

pulau jodoh 2
Pulau Jodoh
pulau jodoh
Pulau Jodoh

Puau Jodoh ini adalah tipe pulau berpasir putih dengan laut bergradasi biru muda-biru tua. Cantik, disini kita ngopi ngeteh sambil menunggu matahari beranjak pergi ke belahan bumi lainyya. Luar biasa sunset dengan pemandangan lautan lepas, cantik banget. Akhirnya disini, saya bisa memutuskan bahwa saya lebih memilih Sunset daripada Sunrise, hehehe, penting banget yaaa

sunsetku
Aku dan Senja
sunset n
Dia dan Senja
sunset ny
Masih, Dia dan Senja

Seiring dengan beranjaknya mentari di hari itu, kami pun harus segera kembali ke penginapan. Lumayan jauh, sepertinya 30 menit habis untuk kembali ke Sawai. Di sepanjang jalan, saya melihat ada bangunan, ketika saya tanyakan ke guide, ternyata itu adalah pabrik pengemasan ikan tuna dan udang milik perusahaan asing. Tenaga kerjanya orang lokal desa sawai dan sekitarnya. Ikannya ikan laut Indonesia, namun kemana keuntungannya mengalir? ke negara seberang. Gregetan

Saat pulang inilah, saya mendapat salah satu best moment in my life, ketika perahu melaju kencang, di depan saya rengkaian tebing tinggi membentuk siluet di keheningan alam, matahari masih menyisakan semburat jingga kemerahan membuat suasana semakin………..ah entahlah bagaimana saya harus mendeskripsikan. Di situ saya terdiam (kedinginan) dan juga merenungi kebesaran Allah. Di kiri perahu berloncatan ikan terbang. Masya Allah.

Tiba di Desa Sawai, gelap. Ternyata listrik hanya menyala pukul 18.00-06.00, itupun dengan genset. Tidak ada aliran listrik PLN disini. Miris ya

Sampai di penginapan, mandi, makan lalu mancing di dermaga sambil stagazing, hehehehe, ini juga keren lhooo, ada moment saya sendiri saja di darmaga, nungguin umpan kemakan ikan yang keseringan nyangkut di karang dan tiduran memandang langit luas tak berbatas dihiasai bintang. Tapi ga lama, gegara salah satu rombongan nyamperin dan ngajakin istirahat. Oiya kebetulan sekali di negeri sawai ada yang sedang menggelar kondangan. Tradisi mereka setelah akad nikah, selalu diadakan pesta joget semua lagu dinyanyiin semalem suntuk (22.00-04.00) dan seluruh penduduk tumpah ruah joget bersama. Dimulai dari yang tua-tua untuk kemudian digantikan muda-mudi ketika malam semakin larut. Malam itu, gadis-gadis desa tampil maksimal. Segala gaun melambai dipakai, riasan wajah dikenakan. Yang laki-laki berkemaja rapih, ahhh keremangan desa malah menambah semarak suasana. Suara musik menggema kencang, bahkan penduduk kampung sebelah pun ikut datang. Maklum, event ini adalah ajang pencarian jodoh bagi muda-mudi sekaligus hiburan utama bagi penduduk negeri, hihihihi.

Saya? awalnya malu abis kostum cuma jaket anti badai, bergo dan celana butut, masa begini tampilan ke kondangan, wkwkkwk. Tapi karena dipaksa, akhirnya datang juga ke medan joget. Kocak banget jogetnya itu mereka buat 2 baris berhadapan laki-laki dan perempuan (udah gatau mungkin mana istrinya, mana suaminya), lalu joget goyang-goyang muter-muter maju mundur dalam barisan. Udah sederhana banget jogetannya, tapi saya ga mau disuruh melantai, maluuu sama kostum. Sebentar saja saya memerhatikan budaya setempat, lalu kembali pulang dan tidur.

Selamat malam Ora yang cantik

Selamat malam ikan-ikan di lautan

Selamat malam gemintang

Selamat malam kamu yang jauh di seberang lautan sana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s