Nasi Pecel, Healthy and Nutritionally Balanced Food From Java, Indonesia

Pecel, makanan sederhana bergizi seimbang ini tidak dapat dilepaskan dari piring makan masyarakat Jawa Timur. Silahkan adakan survey konsumsi pangan di daerah Jawa Timur atau setidaknya dengan responden asal Jawa Timur. Percayalah, tidak ada satu minggu pun yang terlewatkan tanpa menyantap sepincuk nasi pecel.

Seiring dengan migrasi masyarakat Jawa Timur ke berbagai penjuru Indonesia dari Aceh sampai Papua, bahkan hingga melintasi perbatasan benua, pecel pun turut serta dalam tas, koper, hingga dalam wujud catatan resep pada kertas kumal dengan huruf sambung ala tulisan nenek yang sulit dibaca oleh generasi kini. Ya,  adanya masyarakat Jawa di berbagai belahan dunia turut menyebarkan budaya makan pecel dari pelosok hutan Kalimantan hingga Negara Big Apple.

Hal ini penulis alami sendiri, sebagai perempuan keturunan jawa yang tinggal di tatar sunda, kulkas rumah kami selalu siap dengan stok bumbu pecel racikan nenek. Kapanpun kami sekeluarga ingin menyantap nasi pecel dengan citarasa kampung halaman, tinggal membuka kulkas, ambil bumbu pecel dan siram dengan air panas. Selanjutnya rebus aneka sayuran seperti kangkung, tauge, kacang panjang, labu siam, telur, irisan timun segar, daun kemangi, goreng tahu tempe dan siapkan kerupuk atau rempeyek. Voila tidak sampai satu jam, menu nasi pecel lezat bergizi sudah siap di meja makan. Bumbu pecel ini relatif awet disimpan di dalam kulkas. Ketika stok bumbu pecel dalam keadaan darurat siaga satu, tinggal membeli di supermarket terdekat atau telepon nenek untuk segera mengirim ke rumah kami. Beberapa teman saya yang menyandang status Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) menyandingkan nasi pecel dengan pindang ikan tempoyak di meja makannya.

Teman saya lainnya bahkan sudah menjadi eksportir bumbu pecel khas Blitar. Ia mengelola bisnis ekspor bumbu pecelnya dari rumah sederhana di salah satu pedesaan di tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator. Menarik memang ketika mencermati bahwa perpindahan manusia ternyata turut menyebarkan pula budaya makannya dan lambat laun pun menjadi peluang bisnis global yang potensial.

Mari kita mengenal lebih dalam si Nasi Pecel ini. Kuliner yang hadir mulai dari lesehan pinggir jalan Kota Kediri hingga di meja makan di Kedutaan Besar Indonesia di negara empat musim.

Ensiklopedia elektronik Wikipedia mendeskripsikan pecel adalah makanan yang terdiri dari sayur yang direbus dan lauk yang dihidangkan dengan alas yang berbeda seperti piring lidi yang disebut ingke, pincuk, atau tampah bambu sesuai ciri khas kota asal pecel. Sayuran yang dihidangkan antara lain kacang panjangtaoge,mentimun, daun singkong, kembang turi, wortel, sawi dan daun kemangi. Bumbu sambal kacang yang disiramkan di atas pecel disebut sambal pecel yang terbuat dari campuran kencurgula merahgaramcabai, combrang, daun jeruk purut dan kacang tanah sangrai yang dicampur, ditumbuk, atau diulek. Dihidangkan dengan nasi hangat yang mengepul ditemani pilihan lauk berupa tempe kedelai, tempe gembus, tahu, telur, empal daging atau ikan goreng. Di Blitar, sepiring nasi pecel dapat dihidangkan dengan goreng uceng, ikan kecil dari Sungai Brantas. Di Kediri, nasi pecel biasa disiram lagi dengan bumbu sambal tumpang, yaitu rebusan tempe bosok dengan santan. Apapun variasi pecelnya, jangan lupakan rempeyek udang atau kacang tanahnya. Sepincuk nasi pecel tanpa rempeyek bagaikan sayur tanpa garam, hampa 😀

Setiap kota di Jawa Timur, bahkan setiap keluarga memiliki resep andalan bumbu pecelnya masing-masing, dengan level pedas yang berbeda pula. Variasi bumbu pecel dengan kacang mede membuat nasi pecel menjadi semakin gurih dan bersiaplah untuk porsi kedua.

Background pendidikan penulis di bidang teknologi pangan dan gizi dan profesi saat ini sebagai konsultan pangan dan gizi di berbagai daerah di Indonesia serta ketertarikan pribadi terhadap segala bentuk kuliner Nusantara menggugah saya untuk membuat standard sajian nasi pecel yang bergizi seimbang. Pada dasarnya komposisi sajian nasi pecel itu sudah bergizi lengkap. Pointnya adalah bagaimana menyajikan nasi pecel agar sesuai dengan kebutuhan gizi individu pada berbagai tingkat usia dan jenis kelamin.

Nasi Pecel Bergizi Seimbang
Nasi Pecel Bergizi Seimbang

Berikut adalah contoh porsi nasi pecel untuk makan siang laki-laki dewasa usia 20-30 tahun

250 gr Nasi putih (2,5 porsi sumber karbohidrat)

100 gr Aneka sayuran –> kangkung, tauge, kemangi, timun, kacang panjang, labu siam (1 porsi sayuran)

25 gr tempe goreng (1/2 porsi protein nabati)

50 gr tahu goreng (1/2 porsi protein hewani)

55 gr telur rebus (1 porsi protein hewani)

25 gr bumbu pecel (1 porsi protein nabati dan 3 porsi minyak)

1 gelas es jeruk (1 buah jeruk peras dan 1 sdm gula pasir)

Untuk wanita pada rentang usia serupa, cukup mengurangi porsi sumber karbohidrat menjadi 1,5 porsi atau setara dengan 150 gr nasi.

Tidak hanya bergizi seimbang, kombinasi sayuran beraneka warna pada nasi pecel memberikan manfaat fungsional bagi kesehatan karena kaya serat, sumber vitamin mineral dan senyawa fitokimia seperti klorofil, betakaroten, fitosterol dan lainnya. Manfaatnya? dari mulai menjaga kesehatan pencernaan, keseimbangan gula darah, senyawa antioksidan mencegah kanker, meningkatkan daya ingat, menurunkan kolesterol, meningkatkan kesuburan dan sebagainya. Jangan lupakan tempe, sebagai salah satu “super food” indigenous Indonesia, tempe kaya protein yang mudah dicerna dan mengandung antioksidan isoflavon dan genestein. Manfaatnnya dapat menetralkan efek negatif kolesterol, mencegah osteoporosis, hipertensi kanker hingga memberikan manfaat awet muda.

Menu nasi pecel seperti itu jika dikonsumsi di lesehan kota asal saya, cukup ditebus dengan harga Rp. 10.000 – 12.000 saja. Mudah, murah dan kaya manfaat bukan?. Makanan sehat bergizi seimbang tidak perlu mahal, dan  sekaligus kita juga melestarikan budaya makan lokal dari nenek moyang 😀

Mari kita kenalkan pecel ke seantero dunia dengan nama “Nasi Pecel, Healthy and Nutriotinally Balanced Javanesse Salad From Indonesia”

jelajah gizi

Tulisan ini dibuat untuk Petualang Jelajah Gizi dengan tema Makanan Daerah Yang Mendunia

Marina Noor Prathivi

Food & Nutrition Consultant

Blogger

Traveller

http://www.ceritanegeriku.wordpress.com

http://www.panganlokalindonesia.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s