Perjalanan Menuju Ujung Barat Pulau jawa, Pulau Peucang Ujung Kulon Part 3

Ya ampun, setelah hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan, ga kelar-kelar juga ini posting part terakhir dari jelajah ujung kulon, wakakakakaka

Jadi, sampailah sudah kita di ujung perjalanan. Matahari sudah mengurangi sengatan panasnya, perlahan ia condong ke Barat dan kami pun beranjak pergi dari Pulau Cidaon menuju spot snorkling di sekitar Pulau Peucang, yohaa ga jauh-jauh kok snorklingnya. Hati-hati ubu-ubur genit yang berseliweran bebas di lautan dangkal tersebut. Ga sengaja nyenggol aja bisa kesengat, huehehehe.

Begitu sampai di spot, beberapa teman yang udah ga sabaran nyemplung, langsung dengan bahagia menceburkan diri. Sementara gw ntah kenapa agak ragu, ga tau kenapa padahal semangat 45 banget. Yak, bener aja, ga lama setelah nyemplung terus bingung mana ini katanya bawah lautnya tsakep, apa gw kurang kesonoan lalala,  tetiba air masuk dari alat snorkel yang kecelup laut ples kaki gw kram, lalalala, yaudah deh gw panik keselek air laut dan gabisa ngapa-ngapain. Untung aja ada ala-ala baywatch gitu a.k.a mas silo yang sigap narik gw balik ke kapal, hahaha.

Terus ya udah deh, gw diem aja di kapal. Teman-teman yang snorkling pun ga lama udah pada balik lagi, kayaknya spotnya kurang menarik, hmmm. Selain itu, mereka juga pada disengatin ubur-ubur, wkwkwkwk. Peucang oh peucang, kayaknya dirimu lebih cakep diatasnya ya dengan pasir putih dan laut jernih daripada di bagian bawahnya.

Putar haluaaannnn kapteeennnnnn.

Karena sedikit kecewa dengan pemandangan bawah laut yang di luar ekspektasi :))))) akhirnya kita mutusin balik ke penginapan terus trekking hutan menuju sunset di karang copong.

Karang copong ini jauhnya 1 jam jalan santai melintasi hutan. Di hutan ini banyak juga rusa yang diem-diem ngunyah daun diantara pepohonan, tapi ga ada babi hutan yang muncul untungnya :D. Untuk ke karang copong ini kita wajib pake guide, entah kenapa deh

Baru beberapa menit melintasi hutan, tetiba ada asap, ada pohon terbakar 😦

pohon terbakar

Guide kita pun sibuk madamin api dibantu sebisanya sama kita-kita, setelah beberapa lama, bantuan dari para jagawana pun tiba, dan kita kembali meneruskan perjalanan menuju karang copong. Di tengah2 hutan, ada ikon pohon gede bangeeeettt deh yang keiket-iket sama benalu akar atau apa deh yaaaa, salah satu spot foto juga pokoknya

pohon gede

Akhirnya setalah entah berapa kali kesandung, sampai juga di karang copong. Lokasi ini berupa karang, bukan pantai. Diantara karang-karang itu semacem akuarium kecil, di dalamnya terjebak ikan-ikan cantik berwarna-warni, bintang laut, sampai teripang juga ada.

karang copong

 

Mentari pun perlahan beranjak ke belahan bumi lain, meninggalkan semburat merah cantik yang menjadi buruan para fotografer pun para manusia narsis (yang ngakunya) pencinta senja, padahal cuma pengen punya foto ala-ala menangkup matahari (pura-pura ga tau kalau itu juga gw), hahahaha. Senja telah turun melingkupi karang copong, membuat semua sesaat menjadi kuning kemerahan, cantik. Saat itu, gw masih belum bisa juga memutuskan, manakah yang gw suka, sunrise atau sunset ? hmmm….

sunset

Gelap perlahan mulai merangkul kami diam-diam dari balik pepohonan. Segera kami balik kanan kembali menuju resort. Jangan lupa nyalakan senter atau head lamp yang dibawa, hutan dengan cepat menjadi gelap. Beberapa kali kesandung sampai nyaris jatoh, hahaha, keseimbangan gw emang jelek banget kalau di alam. Suasana sunyi, hanya langkah kaki kami masing-masing yang terdengar diantara tumpukan dedaunan di jalan setapak. Saat itu, kondisi badan gw drop banget, kepala pusing, badan berasa demam, kedinginan karena masih pake baju basah snorklingan, bikin ga nyaman. Namun, suasana sunyi hutan terasa syahdu.

Malam beranjak, angin kencang bertiup, kawanan rusa segera menyingkir berkumpul duduk saling berdekatan, aku tepar di kasur kelelahan dan demam.

Esok pagi mentari menyapa dengan ramah dan malu-malu tersaput awan mendung. Kondisi badan yang udah kembali fit pun membuat gw bersemangat kembali ke pantai yang masih lumayan sepi pada pukul 05.30 pagi itu. Ahhh, bahkan pada saat itu, aku masih belum bisa memutuskan, sunset atau sunrise kah yang kupilih.

pagi di peucang

Kami pun bersenang-senang di pagi terakhir itu, berfoto ria di tepi pantai dengan pasir putih yang lembut, mencoba berlama-lama menikmati waktu-waktu terakhir kami tinggal di pulau terpencil nan cantik ini. Dua hari satu malam belumlah cukup untuk habis explore kawasan Taman Nasional Ujung Kulon ini, masih ada gua sanghyang, pulau bandul,canoing di cigenter dan entah apa lagi yang belum kami datangi.

Selepas sarapan pagi, kami diajak memutari kawasan TN Ujung Kulon ini dengan kapal. Ada pulau dengan mercusuar, tanjung layar, dan entah apa tebing cantik yang melingkupi sisi lain pulau. Tebing kokoh yang tegak berdiri tidak terjamah manusia, pun para manusia yang mengaku petualang hebat dengan peralatan panjat tebing canggih.

karang laut

karang laut 2

Kembali ke peucang dan bersiap packing untuk pulang. Seperti enggan beranjak, kita malah duduk bercanda ria di pinggir pantai bersama monyet-monyet ganas yang siaga satu mengambil makanan yang lengah diawasi.

barngan

Jam 11.00 pulang

Yuhuuuuuu, akhirnya kami berkemas dan harus segera kembali pulang. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri mampir di Pulau Handeuleum dengan icon kapal terdamparnya dan tentu saja sungai cigenter yang katanya asik buat canoing. Di pulau ini, meskipun pasirnya tidak secantik peucang, namun Handeuleum pun cantik dengan gayanya sendiri. Disini juga ada lho penginapan :D. Peucang-handeuleum berjarak 2 jam dengan kapal

kapal terdampar

perahu terdampar 2

handeuleum

Tepat pukul 13.00 kami sampai di sini, sedikit menjelajah dan kembali ke kapal pada pukul 14.00

laut

Sampai di Desa Sumur pukul 15.00 dan setelah bebersih di mushola dekta pelabuhan, pukul 16.00 kami meninggalkan desa Sumur menuju rumah masing-masing. Sampai di Bogor Baranagsiang jam 23.30, huhuhuhu, malam banget, untungnya ada tebengan kakaknya mbak ami, makasiiihh yaaa mbak

Terima kasih teman-teman seperjalanan, akhirnya aku sampai juga di bagian paling barat Pulau Jawa. Penasaranku terjawab bahwa TN Ujung Kulon bukanlah kita trekking di hutan lalu nangkring di atas pohon nungguin badak lewat, hehehe. TN Ujung Kulon adalah, errrr…..adalah……. salah satu tempat indah di muka bumi, Yuk kita jaga kelestarian alamnya. Biarkan badak bercula satu itu hidup tenang dan cepet kawin supaya anak cucunya banyak lagi , hihihi

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s