Bengkulu City Tour

Bengkulu, salah satu Provinsi di Sumatera dengan Ibukota bernama sama, Bengkulu. Kota kecil ini sesungguhnya tidak terlalu istimewa, hanya saja sejarah yang turut mewarnai Indonesia hingga saat ini ada yang bermula dari kota ini. Bung Karno dulu pernah dibuang kemari setelah dari Ende. Di kota inilah beliau bertemu dengan gadis Fatmawati, yang membuat Bung Karno terpaksa menceraikan Ibu Inggit, karena Ibu Inggit tidak mau dimadu. Dari rahim Bu Fatmawati inilah lahir antara lain Guruh Soekarno Putra dan Megawati Soekarno Putri yang mewarnai sejarah Indonesia baik di bidang seni maupun pemerintahan. Sungguh, sebuah pertemuan berbuah cinta dan kemudian menjadi bagian sejarah negeri.

Kota ini berada di sepanjang pantai yang langsung berhadapan dengan Samudera, jangan coba-coba berenang, arusnya derasssss. Pantai Panjang namanya. Di hari minggu itu, pantai ini ramai oleh orang yang jalan-jalan santai, lari pagi hingga bersepeda. Sewa sepeda disini sekitar 20-25 ribu, agak lupa, hihihii ;p

Pantai Panjang Bengkulu IMG20141102072620

Puas sepedaan dan mencari udara segar pantai di pagi hari, kami pun meluncur menuju rumah pengasingan Bung Karno dan juga replika rumah Bu Fatmawati. Kedua rumah ini hanya berbeda satu gang dan berada di pusat kota, dari pantai juga dekat hanya sekitar 10 menit bermobil.

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu Replika Kamar Bu Fatmawati

Mesin Jahit Bu Fatmawati IMG20141102095106

Di rumah Bung Karno, kita masih bisa menemukan beberapa barang peninggalan beliau, sepertii sepeda tua, buku-buku hingga ranjang dan meja kursi tamu. Sedangkan di rumah Bu Fatma kita bisa menemukan mesin jahit tua untuk menjahit bendera merah putih pertama Indonesia.

Festival Tabot Bengkulu Festival Tabot Bengkulu 2 Festival Tabot 3

Setelah puas berkeliling kedua lokasi bersejarah tersebut, teramat kebetulan di kota ini sedang digelar Festival Tabot. Tabot adalah semacam peringatan wafatnya Hasan-Husein, cucu Nabi Muhammad SAW bagi kaum syiah. Namun, di Bengkulu, Festival Tabot tidak lagi diperingati oleh Syiah saja, namun sudah menjadi agenda tahunan pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Beberapa pemkab/pemkot, instansi hingga warga berkompetisi membuat semacam arak2an buraq, yaitu makhluk berbadan kuda dan berkepala wanita, bahkan ada yang kepala wanitanya dikasih hijab segala, hahahahhaha. Pertama liatnya sih agak kaget ya, agak serem lama-lama biasa deh. Karena ini semacam gelaran pesta rakyat, jadinya ruammmeeee, ada panggung gembira, pasar tumpah, dan hiburan lainnya. Seru

Sorenya, saya harus kembali ke Bogor dan sunset terakhir disajikan oleh kota ini menghantarkan kepergianku kembali ke kota asal

IMG20141028181744

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s