Ambon manise

“Sekarung lobster biasa dilepas dengan harga 200-250ribu sa.”

“Duku, langsat? Kami biasa beli sepohon 70ribu”

Glek, gw seketika terkesima dan tertawa mendengar pernyataan itu, dan terus saja seru menyimak cerita dr teman baru di depanku ini.

Cerita mengenai kerusuhan ambon, ambon pasca kerusuhan, ambon saat ini, kekayaan laut dan alamnya, “perburuan” ikan dengan panah dan senter, sampai cerita misteri bergulir di warung kopi, pinggir pantai, di atas tebing, di atas meriam hingga diatas motor saat berkeliling kota.

Menarik sekali

Mari kita mengulang runtutan kejadian bagaimana Allah memberi kesempatan kepada saya untuk mengunjungi kota ini. Kota teluk di timur Indonesia.

Klien : halo, mbak kami ada acara bla bla bla di tanggal bla bla la
Gw : oh maaf, ibu tdk bs tgl segini, bla bla bla, bagaimana jika waktu pelaksanaannya dimundurkan dn dignti narasumbernya dgn mbk marina?
Klien : oke, bla bla bla (pembicaraan teknis)

Ambon? Gw tdk tahu apa2 ttg daerah ini selain tragedi kerusuhan krn isu sara th 99, ya amplop itu gw masih esde, haha. Pertama mendarat di Ambon, saya diajak ke suatu rumah makan seafood -helllooooowwww, ya di ambon jualannya semua ikan segerrrrr- Ikan2 seger dipajang di depan rumah makan dan kita bebas memilih jenis dan ukurannya sekalian mau dimasak apa, bakar? goreng? kuah kuning? yummmyyy, saya memilih ikan kerapu bakar hanya karena si ikan kerapu ini yang ukurannya paling imut diantara yang lain, itupun saya ngabisinnya eungaaapppppp pisan

kakap merah bakar

Di Ambon ini banyak dijual buah gandaria, bulet2 kecil warna kuning, rasanya asem manis segeerrr, cara makannya, cukup kupas kulitnya yang tipis (pake tangan aja bisa kok), terus diseruput, yummmm. Harganya 10k per tumpuk.

buah gandaria

Saya menginap di hotel Ambon Manise, salah satu hotel pertama di Kota Ambon, nice 😀

Malamnya gw “nyulik” teman baru di Ambon, Sardi namanya. Sardi ini temennya temen dari Bogor. Gw yang emang udah ngebet ke warung kopi yang banyak bertebaran di seluruh Ambon, harus menelan kecewa karena rumah kopi Joas udah tutup jam 20.30 WIT, hiksss, akhirnya kita cuman kongkow di pinggir laut deh, membicarakan banyak hal mulai dari Ambon sebelum-saat-setelah kerusuhan. Setelah diceritakan ini itu anu segala macem cerita kerusuhan dr bbrp orang lokal, saya merasa bersyukurrrrr, sangat bersyukur, bhwa saya dilahirkan dan hidup besar dlm perdamaian. Ga akan pernah bisa ngebayangin gmn klo kita sekeluarga hrus mengalami kejadian kayak bgtu. Kemudian kita mampir di patung Christina Martatiahahu di atas bukit di Kota Ambon, dari atas pemandangan lampu kota berkelap kelip indah, menyenangkan.

Perbedaan waktu dua jam lumayan bikin gw jetlag, belom ngantuk tapi udah malem banget, belom laper, tapi orang2 udah pada makan, okesip. Keesokan paginya gw ngajar tentang bagaimana menyusun menu seimbang untuk badan ketahanan pangan dan TP PKK Pokja III dari seluruh kabupaten/Kota di Prov Maluku, beberapa ibu pejabat daerah juga ikut hadir. Acara ini dibuka oleh Ibu Gubernur Provinsi Maluku. Alhamdulillah pelatihan berjalan lancar, udah hampir jam 1 siang, gw masih kasih materi tapi tidak ada peserta yang protes, interupsi atau apalah minta berhenti break makan siang dulu, panitia malah yang bolak balik ngingetin gw, hahahaha, maklum saya belom laperrr bu, maaf yaaaaa

mengajar

Sorenya saya diajak kabur ke pantai Natsepa yang terkenal dengan rujak buahnya yang luar biasa enak. Ternyataa…!!! rujak ini bukan hanya luar biasa tapi rujak paling enak se-Indonesiaaaa, aselik, aselikkk, enak bangeetttt, rahasianya ada di gula merah saparua. Makan rujak pake es kelapa murni di pinggir pantai itu heaven!! Pantai Natsepa ini bisa ditempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Ambon ke arah Tulehu, jangan khawatir dilewatin oleh jalur angkutan umum kok 😀

rujak natsepa

 

Malam harinya saya bertualang di kota (bahahahaha, beraninya bertualang di tengah kota), berburu warung-warung kopi yang terkenal di Ambon. Saya suka kedai/warung kopi otentik seperti ini, justru kurang suka kedai kopi bercita rasa internasional itu, hehehe. Di kedai kopi lokal kita bisa mengamati perilaku penduduk setempat, seru menjadi pengamat. Ada beberapa warung kopi terkenal di Kota Ambon, ada kedai kopi lela, ada warng kopi sibu-sibu, warung kopi trikora hingga kedai kopi tradisi Joas. Selain itu, banyak juga kedai kopi yang bertebaran si setiap sudut kota. Saya cuman sempet datang ke Kedai Kopi Lela dan Sibu-Sibu. Keduanya menjual aneka camilan kue-kue lezat khas Ambon mulai dari tart susu, lemper ikan gogos, cassava cake, poffertjes dan masih banyak lagi.

rumah kopi lela

Saya penikmat kopi, tapi bukan kopi hitam, hehehe. Saya selalu pesan kopi susu, hihihi. Di kedai kopi manapun, mayoritas pelanggan adalah bapak2 dengan kepulan asap rokoknya dan pembicaraan seputar politik, bola, hingga batu akik. Agak risih sih ketika saya perempuan sendiri menikmati kopi sendiri pula, hehehe.

kopi kenari dan kue kasava sibu-sibu

Kekhasan kedai kopi sibu-sibu adalah kopi kenari. Kopi ini dicampur aneka rempah seperti jahe, cengkeh, dan entah apalagi lalu diberi taburan kenari. rasanya pahit anget persis jamu, hahaha, sayapun meminta susu kental manis untuk penyelamat. Baru deh, kopi rempah kenari ini bisa saya nikmati. Setelah minum kopi ini, badan rasanya hangat dan rileks, sayapun mengantuk, bukannya malah cenghar, wkwkwk. Kedai ini tidak sulit ditemukan, saya hanya berbekal google maps dan berjalan kaki dari hotel manise tempat saya menginap. Saya sempat mengobrol dengan mama pemilik kedai kopi ini, seru sekali. Oiya interior kedai ini dipenuhi poster album penyanyi ambon dan internasional, dengan live music setiap harinya, sepertinya pas banget untuk kongkow penduduk kota di malam hari.

Keesokan harinya, waktunya menjelajah pantai.

Saya mampir ke negeri tulehu yang ternyata merupakan kampung bola oleh PSSI dan dijadikan lokasi syuting Beta Maluku, Cahaya dari Timur (fans berat chicko jerricho pas dy main di film itu).

kampung bola tulehu

Di negeri ini, ada sumber air yang selalu jernih yaitu waelatu, kalau kita melewati jembatan diatas sumber air itu, di satu sisi adalah tempat penduduk mandi dan anak2 berenang-renang. Airnya sangat jernih, langsung berasa pengen nyebur di hari yang panas itu. Di sisi jembatan satunya, riuh ibu-ibu kampung mencuci baju, heran seberapa banyakpun penduduk negeri mencuci baju di sumber air, airnya tidak pernah butek

sumber air di negeri tulehu

Konon, sumber air waelatu ini adalah mata air raja yang merupakan berkah bagi penduduk negeri (desa). Di negeri ini pula terdapat sumber air panas. Kalau kamu mau bertualang disini, ada baiknya sewa mobil/motor karena tidak ada kendaraan umum yang melewati sumber air panas.

air panas tulehu

Rileks rasanya badan ini, ada 3 kolam air panas, yaitu panas sedang, panas, dan panas mendidih, hehehe. Yang rame tentu saja yang panas sedang dan panas. Kolam air panas mendidih terpisah dari 2 kolam lainnya.

Terakhir tentu saja pantai liang. Pantai ini sempat dinobatkan menjadi pantai terindah di dunia oleh PBB tahun 1990, sekarang apakah masih cantik? iya cantik, tapi cantik aja, ga cantik banget, hehehe

Disini kita bisa menyewa banana boat atau perahu kecil untuk susur laut

pantai liang 2 pantai liang 3 pantai liang

Kemudian saya melanjutkan jelajah pantai menuju pantai pintu kota. Nah ini baru luar biasa tsakep, Pantai pintu kota ini terletak di luar kota Ambon, sekitar 45 menit motoran, kalau nanyain tukang ojek sih sewa ojek kesana 100 rb PP. Pantai ini seperti tebing dengan bolong di bawahnya seperti pintu. Kita bisa naik ke tebingnya dan melihat betapa jernih air di bawah sana. Ikan-ikan yang bergerombol pun terlihat jelas dari atas tebing setinggi 10 meter lebih. Lovely place.

pantai pintu kota 2 pantai pintu kota yang jernih pantai pintu kota pintu kota 1

Betah banget disini, indah, tenang, tidak riuh oleh manusia, hanya debur ombak dan desau angin (hahahaha)

Pulangnya sempatkan mampir makan ikan kuah kuning dengan papeda dan roti kenari yang terkenal. Berhubung saya lagi laper banget jadinya makan ikan kuah kuning pake nasi, minumnya jus gandaria dong. Ada dua jenis roti kenari, roti tawar dioles selai kenari yang dicincang kasar kemudian dikeringkan atau roti basah seperti ini. hidayah bakery katanya favorit sih 😀

ikan kuah kuning roti kanari

 

Selain itu, beli deh oleh2 ikan asar cakalang, banyak dijual di dekat pelabuhan. Kuliner lamalam lain yang terkenal di kawasan batu merah, ada nasi kelapa, nasi kuning, dan aneka kue-kue. Kawasan ini ramai oleh pedagang di malam hari ya 😀

enjoy Ambon

ambon manise

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s