Jelajah Banyuwangi-part 3

Huueeeee, lama terlupakan melanjutkan cerita perjalanan di Banyuwangi ini bikin ingetan yang udah seret kudu banget dikorek-korek. Baiklah sepertinya itin gw dan teman2 di hari selanjutnya adalah

1. Pagi hari Taman Nasional Alas Purwo dan pantai Trianggulasi

2. sore hari menuju air terjun kembar di desa osing, kaki gunung ijen

3. malam hari menuju Ijen, menginap di Paltuding

4. dini hari-agak siang explore ijen

5. sore menuju pantai bangsring untuk snorkeling dan bermain bersama bayi hiu

Setelah tidur dengan kategori nyaris pingsan di rumah orangtua Mas Sigit yang ramah, besok paginya kita sudah rapi jali siap memasuki kawasan taman nasional alas purwo.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Bagi sebagian orang, mendengar alas purwo mungkin langsung mengaitkan ke hal mistis, konon kawasan ini banyak dijadikan lokasi orang ngelmu, bertapa di gua yang banyaaaakkkk sekali bertebaran disana. Aneka cerita mistis dari mas sigit mewarnai sepanjang perjalanan kami. Kawasan taman nasional ini terdiri dari hutan, savana, pantai dan puluhan gua. Di dalam kawasan ini juga ada pura besar yang banyak dikunjungi pemeluk agama hindu, terutama dari Bali. G-land, lokasi surfing paling kece no-4 di dunia berlokasi di dalam taman nasional ini.

Tujuan kami pertama adalah menuju “hutan korea” yang pada bulan-bulan tertentu mengeluarkan aroma wangi. Penampakan pepohonan disini memang seolah-olah kita berada di Korea pada musim gugur, dimana dedaunan menguning dan berjatuhan, haseeeekkk

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Puas foto2an disini, kami menuju padang savana yang katanya lebih kece daripada di Baluran, nah lhooo, disini kita dipinjemin teropong beraattt bgt untuk mengamati banteng khas banyuwangi, cirinya keempat kakinya seperti memakai kaos kaki putih, lalu kami juga menemukan merak liar di antara pepohonan hutan, bbrp kawanan rusa, hehe. pertama kali gw mencoba meneropong hewan, yang pertama gw lihat adalah pantat banteng, duh, ampun deh, wkwkwkwk

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Puas merhatiin pantat banteng, hahahaha, kita melanjutkan perjalanan menuju pantai trianggulasi, yang katanya merupakan pelafalan warga lokal dari three angels, wihihihihi,

Pantai ini berombak besar dan berangin kencang, panas pastinya dengan pasir putih membentang. Gw sebagai beach hunter sangat menikmati pemandangan pantai yang terhampar, buru-buru oles sunblock dan ngemil coklat kita pun berfoto-foto ria dan mengabaikan jilbab yang berhamburan dipermainkan angin

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Habis-habisan menggosong dimari, kita lalu menuju kawasan pegunungan yang dingin, desa osing adalah desa asli Banyuwangi, ciri khas dari desa ini adalah rumah penduduknya yang kecil mungil. Rakyat jelata ditandai dengan rumah beratap 1 sedangkan kalangan berpunya ditandai dengan rumah beratap tumpuk 2. Kami hanya melewati saja desa ini, padahal jika mampir dan mengbrol dengan penduduk sekitar, pastinya akan seru sekali, hihihi, mereka memiliki bahasa sendiri yang tidak semua orang Banyuwangi mengerti artinya, bahasa osing. Di desa kaki gunung ini, terdapat banyak sekali air terjun, salah satunya air terjun kembar, air terjun ini dekat saja di pinggir jalan raya dan lumayan cantik. Terdapat dua air terjun yang jatuh bersisian dan kalau kita mau berjalan sedikit lebih jauh, terdapat juga satu air terjun lainnya yang lebih sepi pengunjung.

Air terjun ini jatuh di sebuah kolam dengan airnya yang segar jernih dan pastinya brrrrr…..dingiiinnnn, kolam ini aman dijadikan tempat berenang, hehehe, nah gw ga berenang karena males bawa baju basah abis berenangnya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Puas kedinginan di air terjun, kami lalu kuyup kehujanan, hujan sangat deras turun membasahi bumi banyuwangi, membuat kami berharap-harap cemas bukan karena basah, tapi jika hujan ini tidak lekas berhenti, besok dini hari kami terancam tidak bisa summit ke ijen, jika hujan, asap belerang akan sangat berbahaya bagi manusia, dan biasanya pendakian akan ditutup. Sore itu di tengah hujan deras yang mengguyur Desa Osing, masing-masing kami berharap dan berdoa dalam hati, semoga Allah mengijinkan kami mendaki ijen

–bersambung–

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s