Ora Beach Maluku

Oraaaaaaaa, destinasi impian bagi kebanyakan orang yang tinggal di barat Indonesia (termasuk saya tentunya). Ora beach resort, suatu tempat indah yang tersembunyi di balik tebing kokoh dan memiliki pantai berpasir putih. Cantik.

Okay, dari dulu emang udah pengen banget dateng ke Pantai Ora ini, ngeliat foto-fotonya cuma bisa mupeng dan ngiler, lalalala. Tetiba (eh ga tiba-tiba sih), karena tidak ada satupun kejadian di muka bumi ini yang kebetulan bukan?šŸ˜€ Ada undangan memberikan pelatihan pangan lokal untuk seratus lebih ibu-ibu se-Kabupaten Maluku Tengah, dan i was so lucky karena Ora itu adanya ya di Maluku Tengah itu dan undangan ngasih pelatihan itu langsung datang dari Ibu Bupati Maluku Tengah. Yeaayyyy. Tidak cuma undangan mengajar disana saja, Ibu Bupati pun mengundang kami untuk menikmati keindahan Ora. Lalalalalala, senang banget udahlah

Singkat cerita, sampai jugalah kami di Masohi, Ibukota Maluku Tengah. Di Masohi, kami memberikan pelatihan selama 2 hari full untuk Kepala SKPD dan TP PKK 17 kecamatan di Maluku Tengah. Menyenangkan dan cukup lelah juga karena audiensnya sangat banyak, 150 orang di ruangan aula semi terbuka

memberikan Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal
memberikan Pelatihan Teknologi Pengolahan Pangan Lokal
Bersama bapak Camat se-Kabupaten Maluku Tengah
Bersama bapak Camat se-Kabupaten Maluku Tengah

Lalu, mana foto pantai oraa? Hahaha sabar, setelah 2 hari berpeluh-peluh mengajar, sekarang saatnya liburan. Liburan ini khusus diarrange oleh Ibu Bupati langsung dan kami diantar oleh staff Dinas Kesehatan merangkap anggota serba bisa PKK, Pengurus PKK Kabupaten serta Direktur RSU Maluku Tengah, mantap kan. Ora itu sendiri terletak di Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah. Pantai Ora itu satu daratan dengan Desa Saleman dan berseberangan dengan Desa Sawai. Meskipun satu daratan, untuk menuju Ora tetep harus pake perahu dari Saleman, karena setengah mati kalau lewat tepian pantai, kaga ada jalannya cyin. So, keĀ Ora, bisa start dari kedua desa itu, sama aja kok Ā Jarak pintu masuk desa sawai dan desa saleman paling cuma 15 menit berkendara mobilšŸ˜€

Jadi begini rute lengkap Ambon-Ora

  1. Bandara Pattimura Ambon jalur darat menuju Pelabuhan Tulehu sekitar 1 jam
  2. Kapal Cepat, gw pake Cantika Torpedo Tulehu-Amahai 2,5 jam. Tersedia berbagai tipe kelas dari ekonomi-VIP. Jadwal penyebrangan kapal ini jam 9 pagi dan 3 sore dari Tulehu
  3. Perjalanan darat Amahai-Desa Sawai 3-3,5 jam
  4. Bisa menginap di desa sawai, ada banyak pilihan penginapan, saya diinapkan di Lisar BahariĀ Sawai
  5. Sawai-Ora 30 menit via long boat
Lisar Bahari Resort
Lisar BahariĀ Sawai

Biaya menginap di Lisar ini adalah 300k/orang/malam sudah termasuk makan. Kalau menginap di Ora 600-750rb/orang/malam, untuk makanan nambah lagi 250rb/orang/hari

Makanannya? uwiiiiiiii, ikan segar terussssss, ikan bakar sambal colo-colo, Masya Allah enak banget, sambal colo-colo ini sambal mentah (bw merah, cabai, tomat) yang disiram perasan lemon cina

Menu Makanan Lisar Bahari
Menu Makanan Lisar Bahari

ikan

Oiya perjalanan Masohi-Sawai ini akan melewati Taman Nasional Manusela. Taman Nasional yang cantik banget, susunan pepohonannya, rona alamnya dengan tebing batu menjulang, warna pepohonannya yang bervariasi dari kuning, merah, hijau sungguh memikat mata, udaranya pun segar sekali. Di pelosok TN Manusela ini hiduplah suku Nuala (kalau ga salah), suku pedalaman yang hingga tahun 2001 masih melakukan tradisi kedewasaan bagi kaum lelaki yaitu memenggal kepala musuhnya. Setelah musuhnya mati, Tengkorak kepala musuh itulah yang akan menjadi mas kawin dan sang anggota suku berhak mendapat ikat kepala merah sebagai simbol kedewasaan. Tapi jangan khawatir, sekarang sudah tidak ada lagi tradisi seperti itušŸ˜€

Baiklah kembali ke perjalanan kami. Trip dimulai dengan mengunjungi mata air belanda. Pulau berpasir putih yang dipagari tebing tinggi nan kokoh dan di dalam pulaunya terdapat mata air sejuk bening dan jernih. Dahulu kala zaman kolonial, Belanda membuat markas di pulau tersebut dan menggunakan mata airnya.

mata air belanda 2
Sekelompok siswa SMK Kelautan dilatih oleh TNI
mata air belanda 3
Jernihnya laut di tepi pulau mata air belanda
mata air belanda
Mata Air Belanda yang Jernih dan Dingin

Ciri khas pantai di Maluku adalah dibingkai langsung dengan tebing-tebing raksasa yang menjulang kokoh. Saya beberapa kali terpesona-sampai-susah-napas melihat pemandangan spektakuler ini. Kemudian lautnya sangat jernih biru kehijauan di tepian pantai namun biru gelap menghitam di bagian tengah, pertanda lautnya dalam, itu deh kenapaĀ ikan cakalang, tuna, tongkol menjadi hasil utama perairan maluku.

tebinggg
Tebing Tinggi di Perairan Pulau Seram

Setelah “pemanasan” basahin baju di mata air belanda yang airnya sejukkkk bingits, perahu kami (longboat kapasitas 8 orang) pun meluncur menuju ora, Sepanjang perjalanan, puncak tebing batu dilingkupi oleh kabut dan awan mendung. Saya berdoa kencang-kencang supaya cuaca tetap cerah :)) Alhamdulillah doa saya terkabul. Tidak setetes pun hujan turun di kawasan Pulau Seram sore itu. Dari jauh terlihat titik-titik kecil di bawah tebing, ternyata itulah ora beach resort, sempurna rapuh dilingkupi tebing yang menjulang tinggi dari kejauhan, belum lagi disamarkan oleh kabut. Buat saya menjadi misterius dan syahdu, kayak cocok buat manusia yang ingin menyepi. Dari kejauhan seperti ini, sama sekali tidak terlihat kecantikannya.

longboat
Longboat kapasitas 8 orang

Okay jadi inilah destinasi utama kitaaaaaaa. Ora Beach :))

Sejatinya, ora beach ini “cuma” sepotong pantai Ā berpasir putih dan berair jernih yang dlingkupi oleh tebing. Kenapa saya bilang “cuma”? karena gegap gempita saya tentang bayang-bayang keindahan Ora sedikit demi sedikit terkikis seiring seringnya saya mendengar pernyataan penduduk Maluku Tengah yang bilang “ora itu kan ya laut saja sudah” atau “untuk apa jauh-jauh dari Jakarta cuma untuk liat Ora, ngapain mbak?” atau bahkan “mau ke Ora? nyari apa mbak?”

Hahahahahaha (ketawa asem)

Untuk mereka, ora itu hanyalah sepotong bagian laut sama seperti bagi kita sepotong bagian jalan raya ibukota

Paradoks sekali hihihihi

Sisi lain melihat Ora inilah yang membuat saya belajar bahwa rumput tetangga emang lebih ijo. Mereka para penduduk laut tidak menganggap ora itu istimewa. Kami, para penduduk jalan raya padat nan macet menganggap ora itu semacem surga yang jatoh ke bumi. Kelemahannya, anggapan biasa itulah yang membuat pariwisata disana tidak cepat bergerak maju karena penduduk lokal tidak bisa menangkap peluang bisnis pariwisata anugerah Tuhan itu

Teman dari Ambon yang lama tinggal di Raja Ampat pun ga komentar apapun tentang Ora. Dia hanya bilang, datanglah mbak ke Raja Ampat dan lihat yang namanya lautan indah, dudududududududu #apuspeluhdijidat #ketawahopeless

Buat saya, ora itu memang cantik, namun daya tarik ternyata tidak hanya di Ora saja. Pulau Jodoh, gua laut (ga tau namanya apa, buat saya namanya ya gua laut), tebing snorkling itu juga indah luar biasa. Saya bahagia, buat saya inilah “sepotong laut” terindah yang pernah saya kunjungi selama ini. Luar biasa kawan

ora bening
Jernihnya Laut di Ora
ora 4
Gazebo cantik
ora 2
Perahu dan Ora
ora 6
Pantai Cantik dalam Frame
ora 3
Rombongan Tur Lengkap
ora 5
Abaikan Sendal Jepit Saya
ora
Kerumunan Jutaan Ikan Kecil Membuat Laut Menjadi Hijau Tua

Ohya, jika kita tidak menginap di Ora Beach resort, sekali masuk pantai cantik ini dikenakan biaya Rp. 25.000/orang, silahkan bersenang-senang sampai bosen, hahahaha. tau ga sih, awalnya emang cantik banget yaaa, cuman kalau lo kejebak disana sebulan juga kayaknya mati rasa deh :))))))

Beres di Ora, kita meluncur menuju gua laut (entah namanya apa). jadi ini semacam gua yang kita harus nyelam bentar untuk masuk ke dalamnya. Di dalam itu ada ceruk gua yang tidak terlalu besar sih, terus ya udah gitu aja, lo keluar lagi, hehehehe

gua
Pintu Masuk Gua Laut

Abis nyemplung-nyemplung cantik, kita segera menuju lokasi snorkling di tebing. Ada dua lokasi sebenernya, yaitu dengan di Dangkalan. Hanya saja, dangkalan ini letaknya jauh, harus extra 1 hari kalau mau ke Dangkalan, saya belum sempat ke sana, denger2 cerita dari guide saya sih, Dangkalan itu cakep abis bawah lautnya, lebih kece dari di tebing ini. Snorkling di tebing ini pendek aja, paling cuma 60 cm-3 meteran lah, arusnya pun tenang, enak banget bo ngambang-ngambang ga jelas sambil merhatiin ikan aneka warna ukuran jenis meliuk-liuk ganjen diantara anemon, Ya Rabb, sungguh Kuasa-Mu sangat luas. Disaat saya kesenangan lihat ikan hias yang lucu-lucu, ibu nining yang asli sana malah sibuk berkomentar tentang ini ikan yang bisa dimakan, wihh rasanya enak banget tanpa peduli dengan kecantikan ikan terumbu karang. Saya cuma bisa ketawa, ya lagi-lagi perbedaan sudut pandang

tebing snorkling
Lokasi Tebing Snorkling

tebing snorklin 2g

snorkel
Menikmati Hidup :)))))

Kelar snorkling, kami pun berburu sunset menuju Pulau Jodoh. Pulau ini adalah pulau tak berpenghuni, cukup jauh ke tengah lautan sana, ada kali ya 30 menitan dari lokasi snorkling. Lokasi ora-gua-tebing snorkling itu deketan banget, paling juga 10 menit aja pake longboat. Jadi kamu cukup 2 hari explore ora kalau waktumu terbatas. Sehari explore dangkalan, Hari berikutnya explore ora-gua-tebing-pulau jodoh. Bonus pagi harinya kamu bisa berburu sunrise dengan trekking bukit di Desa Sawai, hal yang gabisa kamu lakukan kalau kamu nginep di Ora.

pulau jodoh 2
Pulau Jodoh
pulau jodoh
Pulau Jodoh

Puau Jodoh ini adalah tipe pulau berpasir putih dengan laut bergradasi biru muda-biru tua. Cantik, disini kita ngopi ngeteh sambil menunggu matahari beranjak pergi ke belahan bumi lainyya. Luar biasa sunset dengan pemandangan lautan lepas, cantik banget. Akhirnya disini, saya bisa memutuskan bahwa saya lebih memilih Sunset daripada Sunrise, hehehe, penting banget yaaa

sunsetku
Aku dan Senja
sunset n
Dia dan Senja
sunset ny
Masih, Dia dan Senja

Seiring dengan beranjaknya mentari di hari itu, kami pun harus segera kembali ke penginapan. Lumayan jauh, sepertinya 30 menit habis untuk kembali ke Sawai. Di sepanjang jalan, saya melihat ada bangunan, ketika saya tanyakan ke guide, ternyata itu adalah pabrik pengemasan ikan tuna dan udang milik perusahaan asing. Tenaga kerjanya orang lokal desa sawai dan sekitarnya. Ikannya ikan laut Indonesia, namun kemana keuntungannya mengalir? ke negara seberang. Gregetan

Saat pulang inilah, saya mendapat salah satu best moment in my life, ketika perahu melaju kencang, di depan saya rengkaian tebing tinggi membentuk siluet di keheningan alam, matahari masih menyisakan semburat jingga kemerahan membuat suasana semakin………..ah entahlah bagaimana saya harus mendeskripsikan. Di situ saya terdiam (kedinginan) dan juga merenungi kebesaran Allah. Di kiri perahu berloncatan ikan terbang. Masya Allah.

Tiba di Desa Sawai, gelap. Ternyata listrik hanya menyala pukul 18.00-06.00, itupun dengan genset. Tidak ada aliran listrik PLN disini. Miris ya

Sampai di penginapan, mandi, makan lalu mancing di dermaga sambil stagazing, hehehehe, ini juga keren lhooo, ada moment saya sendiri saja di darmaga, nungguin umpan kemakan ikan yang keseringan nyangkut di karang dan tiduran memandang langit luas tak berbatas dihiasai bintang. Tapi ga lama, gegara salah satu rombongan nyamperin dan ngajakin istirahat. Oiya kebetulan sekali di negeri sawai ada yang sedang menggelar kondangan. Tradisi mereka setelah akad nikah, selalu diadakan pesta joget semua lagu dinyanyiin semalem suntuk (22.00-04.00) dan seluruh penduduk tumpah ruah joget bersama. Dimulai dari yang tua-tua untuk kemudian digantikan muda-mudi ketika malam semakin larut. Malam itu, gadis-gadis desa tampil maksimal. Segala gaun melambai dipakai, riasan wajah dikenakan. Yang laki-laki berkemaja rapih, ahhh keremangan desa malah menambah semarak suasana. Suara musik menggema kencang, bahkan penduduk kampung sebelah pun ikut datang. Maklum, event ini adalah ajang pencarian jodoh bagi muda-mudi sekaligus hiburan utama bagi penduduk negeri, hihihihi.

Saya? awalnya malu abis kostum cuma jaket anti badai, bergo dan celana butut, masa begini tampilan ke kondangan, wkwkkwk. Tapi karena dipaksa, akhirnya datang juga ke medan joget. Kocak banget jogetnya itu mereka buat 2 baris berhadapan laki-laki dan perempuan (udah gatau mungkin mana istrinya, mana suaminya), lalu joget goyang-goyang muter-muter maju mundur dalam barisan. Udah sederhana banget jogetannya, tapi saya ga mau disuruh melantai, maluuu sama kostum. Sebentar saja saya memerhatikan budaya setempat, lalu kembali pulang dan tidur.

Selamat malam Ora yang cantik

Selamat malam ikan-ikan di lautan

Selamat malam gemintang

Selamat malam kamu yang jauh di seberang lautan sana

Nasi Pecel, Healthy and Nutritionally Balanced Food From Java, Indonesia

Pecel, makanan sederhana bergizi seimbang ini tidak dapat dilepaskan dari piring makan masyarakat Jawa Timur. Silahkan adakan survey konsumsi pangan di daerah Jawa Timur atau setidaknya dengan responden asal Jawa Timur. Percayalah, tidak ada satu minggu pun yang terlewatkan tanpa menyantap sepincuk nasi pecel.

Seiring dengan migrasi masyarakat Jawa Timur ke berbagai penjuru Indonesia dari Aceh sampai Papua, bahkan hingga melintasi perbatasan benua, pecel pun turut serta dalam tas, koper, hingga dalam wujud catatan resep padaĀ kertas kumal dengan huruf sambung ala tulisan nenek yang sulit dibaca oleh generasi kini. Ya, Ā adanya masyarakat Jawa di berbagai belahan dunia turut menyebarkan budaya makan pecel dari pelosok hutan Kalimantan hingga Negara Big Apple.

Hal ini penulis alami sendiri, sebagai perempuan keturunan jawa yang tinggal di tatar sunda, kulkas rumah kami selalu siap dengan stok bumbu pecel racikan nenek. Kapanpun kami sekeluarga ingin menyantap nasi pecel dengan citarasa kampung halaman, tinggal membuka kulkas, ambil bumbu pecel dan siram dengan air panas. Selanjutnya rebus aneka sayuran seperti kangkung, tauge, kacang panjang, labu siam, telur, irisan timun segar, daun kemangi, goreng tahu tempe dan siapkan kerupuk atau rempeyek. Voila tidak sampai satu jam, menu nasi pecel lezat bergizi sudah siap di meja makan. Bumbu pecel ini relatif awet disimpan di dalam kulkas. Ketika stok bumbu pecel dalam keadaan darurat siaga satu, tinggal membeli di supermarket terdekat atau telepon nenek untuk segera mengirim ke rumah kami. Beberapa teman saya yang menyandang status Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatera) menyandingkan nasi pecel dengan pindang ikan tempoyak di meja makannya.

Teman saya lainnya bahkan sudah menjadi eksportir bumbu pecel khas Blitar. Ia mengelola bisnis ekspor bumbu pecelnya dari rumah sederhana di salah satu pedesaan di tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator. Menarik memang ketika mencermati bahwa perpindahan manusia ternyata turut menyebarkan pula budaya makannya dan lambat laun pun menjadi peluang bisnis global yang potensial.

Mari kita mengenal lebih dalam si Nasi Pecel ini. Kuliner yang hadir mulai dari lesehan pinggir jalan Kota Kediri hingga di meja makan di Kedutaan Besar Indonesia di negara empat musim.

Ensiklopedia elektronik Wikipedia mendeskripsikan pecel adalah makanan yang terdiri dari sayur yang direbus dan lauk yang dihidangkan dengan alas yang berbeda seperti piring lidi yang disebutĀ ingke, pincuk, atau tampah bambu sesuai ciri khas kota asal pecel. Sayuran yang dihidangkan antara lainĀ kacang panjang,Ā taoge,mentimun, daunĀ singkong, kembang turi, wortel, sawi dan daun kemangi. Bumbu sambal kacang yang disiramkan di atas pecel disebut sambal pecelĀ yang terbuat dari campuranĀ kencur,Ā gula merah,Ā garam,Ā cabai, combrang, daunĀ jeruk purutĀ danĀ kacang tanahĀ sangrai yang dicampur, ditumbuk, atau diulek. Dihidangkan dengan nasi hangat yang mengepul ditemani pilihan lauk berupa tempe kedelai, tempe gembus, tahu, telur, empal daging atau ikan goreng. Di Blitar, sepiring nasi pecel dapat dihidangkan dengan goreng uceng, ikan kecil dari Sungai Brantas. Di Kediri, nasi pecel biasa disiram lagi dengan bumbu sambal tumpang, yaitu rebusan tempe bosok dengan santan. Apapun variasi pecelnya, jangan lupakan rempeyek udang atau kacang tanahnya. Sepincuk nasi pecel tanpa rempeyek bagaikan sayur tanpa garam, hampašŸ˜€

Setiap kota di Jawa Timur, bahkan setiap keluarga memiliki resep andalan bumbu pecelnya masing-masing, dengan level pedas yang berbeda pula. Variasi bumbu pecel dengan kacang mede membuat nasi pecel menjadi semakin gurih dan bersiaplah untuk porsi kedua.

Background pendidikan penulis di bidang teknologi pangan dan gizi dan profesi saat ini sebagai konsultan pangan dan gizi di berbagai daerah di Indonesia serta ketertarikan pribadi terhadap segala bentuk kuliner Nusantara menggugah saya untuk membuat standard sajian nasi pecel yang bergizi seimbang. Pada dasarnya komposisi sajian nasi pecel itu sudah bergizi lengkap. Pointnya adalah bagaimana menyajikan nasi pecel agar sesuai dengan kebutuhan gizi individu pada berbagai tingkat usia dan jenis kelamin.

Nasi Pecel Bergizi Seimbang
Nasi Pecel Bergizi Seimbang

Berikut adalah contoh porsi nasi pecel untuk makan siang laki-laki dewasa usia 20-30 tahun

250 gr Nasi putih (2,5 porsi sumber karbohidrat)

100 gr Aneka sayuran –> kangkung, tauge, kemangi, timun, kacang panjang, labu siam (1 porsi sayuran)

25 gr tempe goreng (1/2 porsi protein nabati)

50 gr tahu goreng (1/2 porsi protein hewani)

55 gr telur rebus (1 porsi protein hewani)

25 gr bumbu pecel (1 porsi protein nabati dan 3 porsi minyak)

1 gelas es jeruk (1 buah jeruk peras dan 1 sdm gula pasir)

Untuk wanita pada rentang usia serupa, cukup mengurangi porsi sumber karbohidrat menjadi 1,5 porsi atau setara dengan 150 gr nasi.

Tidak hanya bergizi seimbang, kombinasi sayuran beraneka warna pada nasi pecel memberikan manfaat fungsional bagi kesehatan karena kaya serat, sumber vitamin mineral dan senyawa fitokimia seperti klorofil, betakaroten, fitosterol dan lainnya. Manfaatnya? dari mulai menjaga kesehatan pencernaan, keseimbangan gula darah, senyawa antioksidan mencegah kanker, meningkatkan daya ingat, menurunkan kolesterol, meningkatkan kesuburan dan sebagainya. Jangan lupakan tempe, sebagai salah satu “super food” indigenous Indonesia, tempe kaya protein yang mudah dicerna dan mengandung antioksidan isoflavon dan genestein. Manfaatnnya dapat menetralkan efek negatif kolesterol, mencegah osteoporosis, hipertensi kanker hingga memberikan manfaat awet muda.

Menu nasi pecel seperti itu jika dikonsumsi di lesehan kota asal saya, cukup ditebus dengan harga Rp. 10.000 ā€“ 12.000 saja. Mudah, murah dan kaya manfaat bukan?. Makanan sehat bergizi seimbang tidak perlu mahal, dan Ā sekaligus kita juga melestarikan budaya makan lokal dari nenek moyangšŸ˜€

Mari kita kenalkan pecel ke seantero dunia dengan nama ā€œNasi Pecel, Healthy and Nutriotinally Balanced Javanesse Salad From Indonesiaā€

jelajah gizi

Tulisan ini dibuat untuk Petualang Jelajah Gizi dengan tema Makanan Daerah Yang Mendunia

Marina Noor Prathivi

Food & Nutrition Consultant

Blogger

Traveller

http://www.ceritanegeriku.wordpress.com

http://www.panganlokalindonesia.co.id

Perjalanan Menuju Ujung Barat Pulau jawa, Pulau Peucang Ujung Kulon Part 3

Ya ampun, setelah hari berganti minggu, dan minggu berganti bulan, ga kelar-kelar juga ini posting part terakhir dari jelajah ujung kulon, wakakakakaka

Jadi, sampailah sudah kita di ujung perjalanan. Matahari sudah mengurangi sengatan panasnya, perlahan ia condong ke Barat dan kami pun beranjak pergi dari Pulau Cidaon menuju spot snorkling di sekitar Pulau Peucang, yohaa ga jauh-jauh kok snorklingnya. Hati-hati ubu-ubur genit yang berseliweran bebas di lautan dangkal tersebut. Ga sengaja nyenggol aja bisa kesengat, huehehehe.

Begitu sampai di spot, beberapa teman yang udah ga sabaran nyemplung, langsung dengan bahagia menceburkan diri. Sementara gw ntah kenapa agak ragu, ga tau kenapa padahal semangat 45 banget. Yak, bener aja, ga lama setelah nyemplung terus bingung mana ini katanya bawah lautnya tsakep, apa gw kurang kesonoan lalala, Ā tetiba air masuk dari alat snorkel yang kecelup lautĀ ples kaki gw kram, lalalala, yaudah deh gw panik keselek air laut dan gabisa ngapa-ngapain. Untung aja ada ala-ala baywatch gitu a.k.a mas silo yang sigap narik gw balik ke kapal, hahaha.

Terus ya udah deh, gw diem aja di kapal. Teman-teman yang snorkling pun ga lama udah pada balik lagi, kayaknya spotnya kurang menarik, hmmm. Selain itu, mereka juga pada disengatin ubur-ubur, wkwkwkwk. Peucang oh peucang, kayaknya dirimu lebih cakep diatasnya ya dengan pasir putih dan laut jernih daripada di bagian bawahnya.

Putar haluaaannnn kapteeennnnnn.

Karena sedikit kecewa dengan pemandangan bawah laut yang di luar ekspektasi :))))) akhirnya kita mutusin balik ke penginapan terus trekking hutan menuju sunset di karang copong.

Karang copong ini jauhnya 1 jam jalan santai melintasi hutan. Di hutan ini banyak juga rusa yang diem-diem ngunyah daun diantara pepohonan, tapi ga ada babi hutan yang muncul untungnyašŸ˜€. Untuk ke karang copong ini kita wajib pake guide, entah kenapa deh

Baru beberapa menit melintasi hutan, tetiba ada asap, ada pohon terbakaršŸ˜¦

pohon terbakar

Guide kita pun sibuk madamin api dibantu sebisanya sama kita-kita, setelah beberapa lama, bantuan dari para jagawana pun tiba, dan kita kembali meneruskan perjalanan menuju karang copong. Di tengah2 hutan, ada ikon pohon gede bangeeeettt deh yang keiket-iket sama benalu akar atau apa deh yaaaa, salah satu spot foto juga pokoknya

pohon gede

Akhirnya setalah entah berapa kali kesandung, sampai juga di karang copong. Lokasi ini berupa karang, bukan pantai. Diantara karang-karang itu semacem akuarium kecil, di dalamnya terjebak ikan-ikan cantik berwarna-warni, bintang laut, sampai teripang juga ada.

karang copong

 

Mentari pun perlahan beranjak ke belahan bumi lain, meninggalkan semburat merah cantik yang menjadi buruan para fotografer pun para manusia narsis (yang ngakunya) pencinta senja, padahal cuma pengen punya foto ala-ala menangkup matahari (pura-pura ga tau kalau itu juga gw), hahahaha. Senja telah turun melingkupi karang copong, membuat semua sesaat menjadi kuning kemerahan, cantik. Saat itu, gw masih belum bisa juga memutuskan, manakah yang gw suka, sunrise atau sunset ? hmmm….

sunset

Gelap perlahan mulai merangkul kami diam-diam dari balik pepohonan. Segera kami balik kanan kembali menuju resort. Jangan lupa nyalakan senter atau head lamp yang dibawa, hutan dengan cepat menjadi gelap. Beberapa kali kesandung sampai nyaris jatoh, hahaha, keseimbangan gw emang jelek banget kalau di alam. Suasana sunyi, hanya langkah kaki kami masing-masing yang terdengar diantara tumpukan dedaunan di jalan setapak. Saat itu, kondisi badan gw drop banget, kepala pusing, badan berasa demam, kedinginan karena masih pake baju basah snorklingan, bikin ga nyaman. Namun, suasana sunyi hutan terasa syahdu.

Malam beranjak, angin kencang bertiup, kawanan rusa segera menyingkir berkumpul duduk saling berdekatan, aku tepar di kasur kelelahan dan demam.

Esok pagi mentari menyapa dengan ramah dan malu-malu tersaput awan mendung. Kondisi badan yang udah kembali fit pun membuat gw bersemangat kembali ke pantai yang masih lumayan sepi pada pukul 05.30 pagi itu. Ahhh, bahkan pada saat itu, aku masih belum bisa memutuskan, sunset atau sunrise kah yang kupilih.

pagi di peucang

Kami pun bersenang-senang di pagi terakhir itu, berfoto ria di tepi pantai dengan pasir putih yang lembut, mencoba berlama-lama menikmati waktu-waktu terakhir kami tinggal di pulau terpencil nan cantik ini. Dua hari satu malam belumlah cukup untuk habis explore kawasan Taman Nasional Ujung Kulon ini, masih ada gua sanghyang, pulau bandul,canoing di cigenter dan entah apa lagi yang belum kami datangi.

Selepas sarapan pagi, kami diajak memutari kawasan TN Ujung Kulon ini dengan kapal. Ada pulau dengan mercusuar, tanjung layar, dan entah apa tebing cantik yang melingkupi sisi lain pulau. Tebing kokoh yang tegak berdiri tidak terjamah manusia, pun para manusia yang mengaku petualang hebat dengan peralatan panjat tebing canggih.

karang laut

karang laut 2

Kembali ke peucang dan bersiap packing untuk pulang. Seperti enggan beranjak, kita malah duduk bercanda ria di pinggir pantai bersama monyet-monyet ganas yang siaga satu mengambil makanan yang lengah diawasi.

barngan

Jam 11.00 pulang

Yuhuuuuuu, akhirnya kami berkemas dan harus segera kembali pulang. Sebelum pulang, kami menyempatkan diri mampir di Pulau Handeuleum dengan icon kapal terdamparnya dan tentu saja sungai cigenter yang katanya asik buat canoing. Di pulau ini, meskipun pasirnya tidak secantik peucang, namun Handeuleum pun cantik dengan gayanya sendiri. Disini juga ada lho penginapanšŸ˜€. Peucang-handeuleum berjarak 2 jam dengan kapal

kapal terdampar

perahu terdampar 2

handeuleum

Tepat pukul 13.00 kami sampai di sini, sedikit menjelajah dan kembali ke kapal pada pukul 14.00

laut

Sampai di Desa Sumur pukul 15.00 dan setelah bebersih di mushola dekta pelabuhan, pukul 16.00 kami meninggalkan desa Sumur menuju rumah masing-masing. Sampai di Bogor Baranagsiang jam 23.30, huhuhuhu, malam banget, untungnya ada tebengan kakaknya mbak ami, makasiiihh yaaa mbak

Terima kasih teman-teman seperjalanan, akhirnya aku sampai juga di bagian paling barat Pulau Jawa. Penasaranku terjawab bahwa TN Ujung Kulon bukanlah kita trekking di hutan lalu nangkring di atas pohon nungguin badak lewat, hehehe. TN Ujung Kulon adalah, errrr…..adalah……. salah satu tempat indah di muka bumi, Yuk kita jaga kelestarian alamnya. Biarkan badak bercula satu itu hidup tenang dan cepet kawin supaya anak cucunya banyak lagi , hihihi

 

Perjalanan Menuju Ujung Barat Pulau jawa, Pulau Peucang Ujung Kulon Part 2

Perjalanan kita baru benar-benar dimulai setelah tiba di Desa Sumur. Desa kecil yang berada di ujung jawa barat ini sangat hidup dengan suasana pesisirnya. Sepagi itu matahari sudah membelai mesra punggung-punggung tertunduk yang membawa beban keranjang ikan ke lokasi pelelangan.

Pelabuhan kapal yang akan membawa kami ke pulau peucang berada persis di tempat pelelangan ikan. Beberapa jenis ikan dari yang pipih panjang, lonjong, aku ga tau namanya, kakap merah, kuwe, pari, hingga anak hiu yang terjebak jaring nelayan. Aku iseng menanyakan berapa harga hiu itu? Rp. 20.000 saja, ah mungkin ibu penjual ikan itu juga asal saja menyebut harga. Sedih, ikan hiu itu mati sudah dan berakhir nasibnya di pelelangan, entah siapa yang akan memasaknya menjadi lauk makan siang T____T

pelabuhan desa sumur
pelabuhan desa sumur

Ikan disini tidak dijual per kilo, melainkan per tumpuk, setumpuk cumi dibanderol harga 20.000 saja, kira2 sekilo lebih deh beratnya kalau ditimbang. Nah, buat kalian yang pengen barberque atau bakar2 ikan di pulau pas malem hari, cocoklah beli dulu ikannya disini yaaaa, karena di pulau peucang ga ada yang jualan ikan seger, mancing sendiri kalau mau dan kalau dapet, hihihihi

sampan pelabuhan
sampan pelabuhan

Dari pelabuhan ini, kita harus berjalan kaki menembus lautan (halah) untuk menaiki sampan kayu yang akan membawa kita ke kapal yang membuang sauhnya agak di tengah sana. Kapal eh perahu yaa, hehehe ga bisa merapat, ga ada dermaganya, bisa karam.

perahu ke ujung kulon
perahu ke ujung kulon
Penampakan Perahu dari Sumur ke Peucang
Penampakan Perahu dari Sumur ke Peucang

entah gimana caranya ini si kambing bisa dimasukin ke perahu sebelah, wkwkwk. Oke setelah semua rombongan aman di perahu, bismillah kami pun meluncuurrrr, daaan yang ada semua sibuk foto-foto (belum2 udah riuh foto kanan kiri), berebut di ujung depan kapal demi posisi terbaik.

SAMSUNG CAMERA PICTURES
Otw Peucang

Thanks to mas doni dan pak uus (uwaknya) yang udah ngurusin kita dari kapal sampai penginapan. Untuk kalian yang mau ke peucang, bisa juga kontak Pak Matang di (errrr, scroll up chat dulu, egh hapenya mati, besok lah gw kasih nomornya). Soalnya aku ga punya nomor pak uus inišŸ˜€

Pak matang sewa kapal-alat snorkling-makan selama di peucang (081380101684), walopun gw ga pake jasa doi, tapi udah banyak keknya yang pake doi

Oke lanjut, setelah menempuh perjalanan nyaris 3 jam melewati lautan lepas diantara pulau-pulau cantik. Selama perjalanan pak uus menceritakan banyak hal tentang sejarah masyarakat sunda di ujung kulon. Jadi dulunya, di ujung kulon ini ada semacam kerajaan jaman baheula, err namanya apa ya, lupa. Jadi kisahnya, ujung kulon ini merupakan sanghyang sirah (kepalanya), kemudian perutnya itu di jawa tengah dan kakinya ada di ujung jawa timur (madura?) gw agak2 lupa ceritanya. Ternyata ada beneran gua (keramat) namanya gua snaghyang sirah yang berada di pulau berkarang di lautan.

Taman nasional ujung kulon ini terdiri dari beberapa pulau yaitu panaitan, peucang, handeuleum, cidaon, dan lain-lain, wkwkwk. Kalau kalian hobi camping bisa ngecamp di pulau panaitan. Untuk penginapan sendiri adanya hanya di Pulau Peucang dan Handeuleum. Penginapan (baca : resort) di Peucang harganya 300 ribuan untuk yang barak, kamar mandi di luar dan yang tipe flora fauna lalala itu 700 ribuan untuk 2 orang.

Resort Peucang
Resort Peucang

Terus di halaman depan itu bebas berkeliaran keluarga rusa, kawanan monyet pencuri dan babi hutan yang pemalu. Awas aja kacamata, tas, hengpon, makanan, bisa raib dicolong monyet2 galak itu. Pintu penginapan harus selalu ditutup kalau ga mau diacak2 sama monyet-monyet, fuhhh

Monyet kepooo
Monyet kepooo
Yang dua ini orang mennn, bukan monyet galak, gaa ini dua orang baik hati kok,
Yang Ā ini orang mennn, bukan monyet galak, gaa ini orang baik hati kok,
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Nyari betina, bang?

Di sebelah resort itu ada kantor pengelola Taman Nasional, dimana kita bayar2 segala macem itu disitu,Ā rinciannya seinget gw

Biaya sandar kapal Rp. 100.000

Tiket masuk peucang Rp 10.000/orang

Tiket masuk karang copong Rp. 10.000/orang (fyi karang copong itu ya di peucang juga spot buat sunsetan, cuman trekking lewat hutan gitu dan kudu ada guide yang anter, guidenya ga perlu bayar lagi kok, udh sama tiket itu)

Asuransi Rp. 8000? –> maaf lupa

Terus kalau mau sewa alat snorkling Rp. 50.000/hari cuma gugel sama alat napasnya aja, kalau mau pake kaki katak nambah lagi Rp. 50.000/hari. Dan alatnya juga terbatas banget. Makan kalau pesan sekitar 30.000-35.000, biasanya bisa ditanyain pas sewa kapal, karena bisa sekalian dimasakin. Ada sih kantin di peucang tapi yaaa mahal benjet. Gw beli pu**y oran**e aja 15 rebu, wakakakakak

Jadi ini deh penampakan pulau peucang, pasir putih lembut, laut bergradasi biru muda-tua, sepanjang mata memandang kombinasi dengan hijaunya pepohonan di garis pantai, cantik banget

Pulau Peucang
Pulau Peucang
Pulau Peucang
Pulau Peucang

 

Masih pulau peucang
Masih pulau peucang
Kasih peucang lagi
Kasih peucang lagi
Spot foto barbuk (barang bukti) udah sampe peucang, bersama Pak Uus yang kece dan baik hati
Spot foto barbuk (barang bukti) udah sampe peucang, bersama Pak Uus yang kece dan baik hati

Baiklah begitu puas menikmati pantai, kita pun makan siang solat lalu menuju padang penggembalaan di Pulau Cidaon. Di Cidaon ini juga banyak rusa, merak, err badak ada juga kayaknya cuma doi ngumpet, buaya sama burung2an, hihihi. Jadi disini kita cuma susur hutan (diem-diem susurnya) ga bole blicik kata pak uus, terus ada padang savana macem di baluran terus ada sungai berbuayanya, dan pantai tempat sunsetan juga sih. Udah gitu aja, jangan ngarep ketemu badak yeee. Yang kita temuin tu cuma daun makanan badak, hahaha. Daun aneh berduri tajam

Huraaayyyyy @ padang penggembalaan Cidaon
Huraaayyyyy @ padang penggembalaan Cidaon
Foto keluarga trip hepi-hepi suka-suka
Foto keluarga trip hepi-hepi suka-suka
Di jalur trekking yang ga ada badaknya, adanya bang Berli
Di jalur trekking yang ga ada badaknya, adanya bang Berli
SAMSUNG CAMERA PICTURES
MENARA PANDANG YANG RAPUH
Padang penggembalaan Cidaon
Padang penggembalaan Cidaon

udah beres dari sini, ya udah, kita pulang lewat jalur pinggir pantai. Foto2 bentar sambil gulipak-gulipak, udah deh lanjutkan perjalanan kapten!!! snorkling di seputaran Pulau Peucang

Pantai di Cidaon
Pantai di Cidaon
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Duo Mas Ape- Mbak Echi yang hobi ketawa, baik hati dan lucuuu
Omaigat, rambut salonan gw cyinnnn
Omaigat, rambut salonan gw cyinnnn

Photo credit : Febry, Bang Ragil, Mbak Ami

Bersambung ke part 3 (snorkling-hunting sunset karang copong-batu berlayar-handeuleum)

Perjalanan Menuju Ujung Barat Pulau Jawa, Pulau Peucang Ujung Kulon (part 1)

Pergilah melihat dunia, tidak mengapa menghabiskan sedikit uang melakukan perjalanan. Meskipun tidak mendapatkan hape, laptop, makanan atau minuman, kita akan memperoleh hal lain yang akan bermanfaat Ā –Tere Liye–

“Next trip, kita ke peucang yuk…..”

“Peucang dimandos bang?”

“Di taman nasional ujung kulon…”

Ehhh, ujung kulon? udah dari dulu ide banget mau kesana, imajinasi gw itu awalnya semacem pulau misterius antah berantah dimana masih berkeliaran badak cula satu di hutannya. Ga kebersit sedikit pun kalau TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon) itu berupa kepulauan. Kirain itu semacem jelajah hutan terus kita ngumpet di rumah pohon atau di balik semak-semak buat nungguin badak lewat, hihihihihi.

Oke itu imajinasi gw tahun 2012-an

Tiga tahun berlalu

—–masih kepengen ke ujung kulon, tapi gatau mau ngajakin siapa—–

Yak, sampai akhirnya entah gimana gw “terjebak bahagia” dengan sekumpulan orang-orang yang seneng ngetrip. Berawal dari blind trip ujung genteng (yang gw gagal join), ODT kawah ratu lalu deretan curug di TNGSH, dan sekarang bang ray yang ide ngadain trip ala-ala backpacker ke peucang.

Pengen sih tapi ragu ga diijinin sama emak babe, cuman…….pengen sih, pengen banget malahan, hahahaha. Yaudah dijalanin dulu aja, perkara boleh nggaknya gimana ntar, akakakakak

Setelah googling sana sini, ngerecokin orang sana sini, nyari info kanan kiri,

ribut mau sewa mobil-setir sendiri- tapi siapa yang nyetir-

atau

ngeteng -nanti kalau ga ada angkot gimana, masa kita ngampar di jalanan-

atau

sewa elf atau bis cuma ya itu orangnya harus banyakan, sementara ini baru ber6 ajah

atau

ikut open trip? harganya variasi dari 700-800 rb an, udah nanya open trip kemana-mana tapi ada yang kuotanyaĀ penuh, ga cocok sama jadwal kita lah, kalau private trip 6-7 orang tembus di angka sejuta lah, wkwkwkwkwk

lewat leuwiliang terus tembus banten atau lewat tol serang?

sampe ketemu deh itu angka estimasi share cost 800 ribuan 3d2n buat 6 orang pake sewa mobil, duhhhh mahalnyaaaa, masih mahal dehhh. Mahal banget itu ada di sewa kapal yang range nya 2,7-3 juta untuk keliling pulau di TNUK itu, nah si kapal ini bisa muat sampai 25-30 orang. So, kalau kalian mau ngetrip ke UK, pastiin dapat rombongan minimal 19 orang deh (1 elf) atau 29 orang ( 1 bis tanggung), supaya sewa kapalnya jadi murahšŸ˜€

Tapi ya tapi kalau kita udah fokus sama satu hal, termasuk fokus buat jalan-jalan bego-begoan di pantai, jalan itu kebuka dengan sendirinya. Suatu ketika pas lagi buka chat suatu grup backpacker, asal ngebuka aja supaya notifnya yang bejibun ilang, sepintas kayak kebaca ada yang mau ke TNUK juga, yaudah kujapri deh ternyata mereka juga lagi nyari orang tambahan buat share cost, yak itu deh awal perkenalan gw dengan mas dk dan konkawannya.

Belum kenal sih meskipun udah lama se grup yaaaa, tujuan sama sih mau ke TNUK, yaudah yuk kita join trip

Jadilah ini nemu 18 temen jalan seru yang menyenangkan. Mas dk, masĀ dony, mas chris, mas silo, tante berli, mbak echy, mas ape, mbak anja, mbak icha, mbak tika, mbak rahmi, bang ragil, febry, adit, nino, mimma, kak lia, dan bunda lindaaaaa yang hits bingit. Bunda ini seumuran emak akuh tapi hobinya jalan kemana-mana, kalau emak aku, minta ijin ngetrip aja susahnya macem kayak minta ijin mau jadi volunteer penguin di kutub utara

handeuleum 3

so, here we are…..ā¤ā¤ā¤

 

setelah melalui liku-liku lalalalalala ngurusin trip, sebulan kemudian berangkat lah kita horaaayyyyyy

pulau peucang
pulau peucang

Tsakeppppppp deh pantainya, gradasi biru muda, tosca, biru tua dan kombinasi pasir putihnya bikin pengen lompat-lompat terus guling-gulinganšŸ˜€šŸ˜€šŸ˜€

Okeh karena ini part-1, jadi masih sekedar muqadimmah dulu yaaaaaa,

ini aku kasih contekan itinerary jelajah taman nasional ujung kulon – pulau peucang dan sekitarnya

Jumat 4 September

21.00 meeting point Mesjid Raya Bogor

22.00 meeting point UKI

Sabtu 5 September

04.00 pasar cibaliung atau sesuatu seperti itu deh namanya, lupa –solat subuh, ngopi subuh–

06.00 sampai di pelabuhan pelelangan ikan Desa Sumur (sebenernya bisa sampe jam 3/4 subuh, cuman ya ini banyak istirahatnya, gpp santai yang penting sampe

06.00-06.30 sarapan di desa sumur, pilihan nasi soto 5k, nasi uduk 7k

07.30-10.30 perjalanan kapal dari sumur ke peucang

10.30-13.00 loncat2an gila2an foto2an di Peucang, makan siang kece, solat (jamaah lebih baik)

13.00-14.30 explore pulau cidaon, pengen liat badak , apa daya cuma dedaunan makanan badak aja yang bisa diliat ;P

14.30-16.00 snorkling di seputar peucang

16.30-19.00 sunset di karang copong, pulau peucang

19.00-ngantuk makan malem, hahah hihihi, lanjut ngepopmie, ga usah modus, liat bintang aja cukup, bobok kece

Minggu 6 September

03.00 bangun (tahajud bagus tuhhhh) liat bintang

04.00-05.00 bobok lagiiiii

05.00 subuhan, mandiiiiiiii -air mati kalau udah siang-

05.30-07.00 sunrise an cukup di pantai peucang aja juga kece

07.00-08.00 sarapan cantik

08.00-10.00 explore pulau sekitar, tanjung layar dan sekitarnyaaaaa

10.30 siap2 dadah peucang, dadah rusa, dadah monyet, dadah babi

11.00-13.00 otw pulau handeuleum

13.00-14.00 foto2 di handeuleum (ga keburu kanoing euy, cedih)

14.00-15.00 otw sumur

15.00-16.00 bersih2 solat ashar

16.00 chao dari sumur

23.00 sampai di Bogor

 

Jejak penjelajah

Jejak kaki penjelajah

Enam pasang kaki, enam pasang kaki yang melangkah ke seantero tempat di bumi, tidak pernah sebelumnya saling bersilangan. Mungkin pernah saling menapakkan jejak di tempat yang sama namun dalam dimensi waktu yang berbeda

Enam pasang kaki yang akhirnya bertemu, menjejakkan kaki di tempat yang diburu wisatawan. Meninggalkan jejak-jejak bersama ribuan atau bahkan jutaan pasang kaki lain di tempat yang sama.

Penjelajah, kami menyebut diri ini sebagai penjelajah, sibuk mencari tempat2 terindah di muka bumi. Sibuk menjadi yang pertama yang datang ke lokasi cantik nan perawan. Sibuk kesana kemari mencari mata pencaharian. Namun, apakah kaki-kaki ini juga sibuk menuju tempat ibadah? Sibuk menuju tempat dimana sebagian rezeki kita harusnya disampaikan kepada yang berhak? Ataukah justru sibuk melangkah menuju tempat2 kesenangan dunia semata, betah berlama2, betah megejar diskon, mengejar midnight sale bahkan hingga nun ke sebrang lautan, betah berdiri berjam2 menunggu artis idola tampil.

Kemanakah kami akan membawa jejak-jejak langkah ini? Siapkah kami bertanggung jawab atas setiap ruas jejak langkah yang kami tinggalkan?

2 hari lagi, Traveloka bagi-bagi tiket gratiissssssss

Tiket gratis?

Siapa sih yang ga mau?

Aku mau aku mau kamu mau kamu mauuuuuuuu

nah ini dia traveloka.com, langgan gw kalau nyari tiket menjelajah negeri ngasih kesempatan kece banget yang terlalu sayang dilewatkan. Cuma dengan nulis artikel dengan tema ā€œAndai bisa terbang gratis, aku akan menemuinya.ā€

Mo nemuin sodara, teman, gebetan di ujung pulau, siapa ajaaa dehšŸ˜€šŸ˜€

Apa dan gimana Kontes Menulis Berhadiah Tiket Citilink dari Traveloka ini, gw copas di bawah ini

Hadiah:

  • 20 tiket PP Citilink kelas ekonomi untuk 10 orang pemenang. Bebas pilih rute langsung domestik.

Waktu pelaksanaan:

  • Masa pelaksanaan kontes: 25 Mei ā€“ 8 Juni 2015.
  • Batas waktu kirim artikel: Senin, 8 Juni 2015 pukul 18:00 WIB.
  • Pengumuman pemenang: Rabu, 10 Juni 2015 di Facebook dan Twitter Traveloka.

Cara mengikuti kontes:

  • Follow akun Twitter @Traveloka dan like Facebook Page Traveloka.
  • Buat artikel dengan tema ā€œAndai bisa terbang gratis, aku akan menemuinyaā€ sesuai ketentuan artikel.
  • Artikel ditulis pada media publik di internet, seperti: WordPress, Blogspot, Forum, Kompasiana atau lainnya milikĀ pribadi (bukan akun/blog duplikat).
  • LinkĀ (URL) artikel dikirim melalui formulir online di http://goo.gl/forms/GQxNhlLAqO.
  • Share artikel yang telahĀ dibuat ke Facebook dan Twitter,Ā dengan hashtag #TiketGratisTraveloka dan mention Traveloka.

Ketentuan artikel:

  • Memiliki minimal 400 kata.
  • Artikel harus berisi:
    • Siapa orang yang ingin kamu temui dan alasan ketemu dengannya.
    • Aktivitas apa yang ingin dilakukan dengannya.
    • Itinerary perjalanan memakai pesawat Citilink.
    • Screenshot halaman ā€œReview Pemesananā€ tiket Citilink dan hotel yang mau dipesan dari Traveloka App.
    • Kesan dan pesanĀ menggunakan Traveloka App.
  • Contoh artikel bisa dilihat di Blog Traveloka.

Kualifikasi pemenang: 10 pemenang akan dipilih berdasarkan keunikan cerita, kreatifitas tulisan dan sesuai ketentuan artikel.

Selain itu,Ā  ada Promo Fly for FreeĀ  juga lhooo. Setiap kalian beli tiket Citilink (rute dan periode terbang bebas) lewat Traveloka App, bisa ikut undian untuk free 1 tiket PP Citilink. promo Fly For Free berlangsung: 19 Mei ā€“ 26 Juni 2015. Pengundian dilakukan setiap Jumat dan diumumkan lewat Blog Traveloka.

Mentari di Timur Jawa

bromo

Menjelang pagi yang baru di timur Pulau Jawa, ketika kabut masih asyik bercengkerama dengan bintang gemintang, enggan beranjak walau Sang Mentari sudah memohon untuk bertukar peran.

“Aku masih rindu dengan gemintang” ujar Kabut

“Setiap malam kamu menyelimuti gemintang, mengapa rindu, toh 12 jam lagi kamu akan kembali menemaninya” Mentari protes dengan judes. Ia harus segera bertugas kalau tidak jutaan makhluk akan kehilangan daya hidupnya hari itu. Lihat di bawah sana, banyak makhluk yang menengadah menunggu cercahan sinarnya pertamanya muncul.

Gemintang diam saja, ia tidak pernah pergi sebetulnya, keberadaannya hanya tertutupi oleh Kuatnya pancaran sinar Mentari. Ia tahu, KabutĀ  resah karena dia akan hilang seiring kedatangan Mentari. Hanya hujan yang selalu diharapkan oleh Kabut, karena hujan selalu menolong Kabut untuk tetap eksis. Dalam derasnya hujan, kabut bebas menemani gemintang tanpa ada yang mengganggu.

Puncak Semeru adalah yang pertama menanti kehadiran Mentari. Kalau boleh jujur, sebenarnya ia justru sebal dengan kabut yang berlama-lama pergi. Tidakkah kabut menyadari, setiap harinya, puluhan bahkan ratusan anak manusia berdiri berderet-deret diatasnya setelah lelah dan dingin menerpa, berharap kabut menyingkir dan indahnya semburat mentari pertama menjatuhi tubuh mereka, membuktikan kemampuan mereka untuk entah mengalahkan apalah namanya, Ego? kepuasan batin? pencinta ketinggian? pemburu mentari? ah entahlah.

Semeru tidak pernah mengerti apa sebenarnya yang dicari dari setiap anak manusia yang berlomba-lomba menaiki dirinya. Namun, ia bisa merasakan perjuangan dan keteguhan hati mereka. Semeru senang merasakan itu semua. Semeru Senang

 

sunrise bromo

 

Hari itu, kabut terpaksa mengalah, Ia hilang disinari oleh cahaya mentari. “sampai jumpa beberapa jam lagi Gemintang”, ujarnya pedih sementara eksistensinya perlahan menghilang. Kawannya sang Hujan sedang sibuk bertugas di Selatan Jawa, ia tidak diperintahkan untuk datang di belahan timur hari itu.

Gemintang tersenyum “Aku selalu disini, kabut, datanglah kembali, aku menunggumu”

Mentari tersenyum jumawa. Puluhan entahlah mungkin ratusan anak manusia berguling dan melompat kesenangan di Puncak Semeru, sebagian ribut berseru-seru menyoraki kehadiran Mentari yang selalu datang dengan spektakuler. Sebagian sujud syukur atau mengucap syukur dalam hati. Tapi semuanya sama, mengarahkan sebentuk benda aneh yang diarahkan ke masing-masing diri mereka. Semeru bisa melihat dirinya di benda itu. Semeru bisa melihat dirinya di setiap benda itu. Semeru senang, Semeru selalu senang. Semeru jarang sekali marah, Ia ramah.

 

sunrise

 

Mentari bersinar hari itu di ujung timur Pulau Jawa. Kehadirannya menyibak udara dingin yang dibawa oleh Kabut. Saya tersenyum senang, meski hari itu tidak berada di Puncak Semeru yang ramah, cukuplah di sini saja, di Penanjakan 1 bersama gerombolan manusia lain yang membanjir menempati setiap petak tanah yang ada. Saya cukup lega ketika akhirnya kabut pergi meskipun sedih kehilangan keindahan gemintang.

 

full sunrise bromo

Untuk kamu pencinta ketinggian, semoga di atas sana tidak sedang hujan ya, selamat bersenang-senang.

 

Sabtu, 06062015

Bengkulu City Tour

Bengkulu, salah satu Provinsi di Sumatera dengan Ibukota bernama sama, Bengkulu. Kota kecil ini sesungguhnya tidak terlalu istimewa, hanya saja sejarah yang turut mewarnai Indonesia hingga saat ini ada yang bermula dari kota ini. Bung Karno dulu pernah dibuang kemari setelah dari Ende. Di kota inilah beliau bertemu dengan gadis Fatmawati, yang membuat Bung Karno terpaksa menceraikan Ibu Inggit, karena Ibu Inggit tidak mau dimadu. Dari rahim Bu Fatmawati inilah lahir antara lain Guruh Soekarno Putra dan Megawati Soekarno Putri yang mewarnai sejarah Indonesia baik di bidang seni maupun pemerintahan. Sungguh, sebuah pertemuan berbuah cinta dan kemudian menjadi bagian sejarah negeri.

Kota ini berada di sepanjang pantai yang langsung berhadapan dengan Samudera, jangan coba-coba berenang, arusnya derasssss. Pantai Panjang namanya. Di hari minggu itu, pantai ini ramai oleh orang yang jalan-jalan santai, lari pagi hingga bersepeda. Sewa sepeda disini sekitar 20-25 ribu, agak lupa, hihihii ;p

Pantai Panjang Bengkulu IMG20141102072620

Puas sepedaan dan mencari udara segar pantai di pagi hari, kami pun meluncur menuju rumah pengasingan Bung Karno dan juga replika rumah Bu Fatmawati. Kedua rumah ini hanya berbeda satu gang dan berada di pusat kota, dari pantai juga dekat hanya sekitar 10 menit bermobil.

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu Replika Kamar Bu Fatmawati

Mesin Jahit Bu Fatmawati IMG20141102095106

Di rumah Bung Karno, kita masih bisa menemukan beberapa barang peninggalan beliau, sepertii sepeda tua, buku-buku hingga ranjang dan meja kursi tamu. Sedangkan di rumah Bu Fatma kita bisa menemukan mesin jahit tua untuk menjahit bendera merah putih pertama Indonesia.

Festival Tabot Bengkulu Festival Tabot Bengkulu 2 Festival Tabot 3

Setelah puas berkeliling kedua lokasi bersejarah tersebut, teramat kebetulan di kota ini sedang digelar Festival Tabot. Tabot adalah semacam peringatan wafatnyaĀ Hasan-Husein, cucu Nabi Muhammad SAW bagi kaum syiah. Namun, di Bengkulu, Festival Tabot tidak lagi diperingati oleh Syiah saja, namun sudah menjadi agenda tahunan pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Beberapa pemkab/pemkot, instansi hingga warga berkompetisi membuat semacam arak2an buraq, yaitu makhluk berbadan kuda dan berkepala wanita, bahkan ada yang kepala wanitanya dikasih hijab segala, hahahahhaha. Pertama liatnya sih agak kaget ya, agak serem lama-lama biasa deh. Karena ini semacam gelaran pesta rakyat, jadinya ruammmeeee, ada panggung gembira, pasar tumpah, dan hiburan lainnya. Seru

Sorenya, saya harus kembali ke Bogor dan sunset terakhir disajikan oleh kota ini menghantarkan kepergianku kembali ke kota asal

IMG20141028181744